Sunday, February 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorisedZelensky Sebut Vladimir Putin Akan Segera Meninggal
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Zelensky Sebut Vladimir Putin Akan Segera Meninggal

GlobalCyberNews.Com  -– Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin “akan segera meninggal”. Ia yakin hal itu akan mengakhiri perang yang sedang berlangsung antara kedua negara, menurut The Kyiv Independent pada Kamis (27/3/2025).

Zelensky menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan wartawan Eropa pada 26 Maret 2025 di Paris, Prancis. Ini disampaikannya di tengah rumor yang terus beredar tentang kesehatan Putin.

Pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang berani, mengingat konflik yang sedang berlangsung dan sensitivitas seputar kesehatan para pemimpin dunia.

Menurut portal baru tersebut, komentarnya muncul sehari setelah Rusia dan Ukraina sepakat untuk menerapkan gencatan senjata parsial yang ditengahi AS atas serangan infrastruktur energi dan permusuhan di Laut Hitam.

Sebagai gantinya, AS setuju untuk memperluas akses Rusia ke pasar global.

“Sangat penting bahwa Amerika tidak membantu Putin untuk keluar dari isolasi global ini sekarang. Saya yakin ini berbahaya. Ini adalah salah satu momen paling berbahaya,” kata Zelensky dalam kunjungannya ke Paris.

Putin berharap untuk “tetap berkuasa sampai kematiannya”, kata Zelensky. Selain itu, kata Zelensky, ambisi Putin yang tidak terbatas pada Ukraina tetapi dapat mengarah pada “konfrontasi langsung dengan Barat”.

Zelensky mendesak AS dan Eropa untuk tetap bersatu dalam menekan Putin. Pemimpin Rusia itu takut pada aliansi Eropa dengan Amerika Serikat (AS) dan berharap untuk memecahnya, kata presiden Ukraina itu.

Putin juga takut akan kematiannya sendiri, tambahnya. “Dia akan segera meninggal, itu fakta, dan semuanya akan berakhir,” kata Zelensky.

Sementara itu, Zelensky menyatakan rasa terima kasih atas bantuan AS dalam perang tersebut tetapi mengatakan pemerintah AS telah “dipengaruhi” oleh narasi Rusia tentang konflik tersebut.

“Kami tidak dapat menyetujui narasi ini. Kami berjuang untuk diri kami sendiri, dan kami akan melawan narasi ini di mana pun mereka muncul karena tidak ada cara lain. Satu-satunya hal yang dapat kami lakukan adalah mengungkapkan lebih banyak kebenaran. Kami harus menunjukkan dengan contoh kami sendiri bahwa kami berjuang di medan perang,” tambahnya.

Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan kini menguasai sekitar 113.000 kilometer persegi, atau sekitar 20%, wilayah Ukraina, dengan pertempuran di sepanjang garis depan sepanjang 1.000 km persergi.

Rusia telah menghantam jaringan listrik Ukraina dengan rudal dan pesawat nirawak (drone). Sebaliknya, militer Ukraina telah melancarkan serangan jarak jauh terhadap target minyak dan gas Rusia dalam serangan yang telah menjadi aspek utama perang untuk melemahkan upaya

Dikutip dari :  investor.id

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts