Friday, May 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorisedModus Penipuan Keuangan AI Sangat MeresahkanOJK:Verifikasi Jika Ada Kiriman Video/Suara Mirip Yang...
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist



Modus Penipuan Keuangan AI Sangat Meresahkan
OJK:Verifikasi Jika Ada Kiriman Video/Suara Mirip Yang Kita Kenal


KenalGloblCyberNews.Com-Jakarta I Masyarakat Indonesia, terutama Sumatera Utara (Sumut) dewasa ini semakin kuatir dan takut dengan pengembangan Teknologi Informasi (TI) yang kian dashyat. Karena seseorang atau kelompok begitu gampangnya membobol ATM serta menirukan wajah dan rekaman suara pada video melalui Artificial Intelligence (AI). Saat ini sudah ribuan orang yang menjadi korban.

“Modus penipuan menggunakan AI ini biasanya dilakukan dengan tiruan suara atau voice cloning. Untuk tidak terkena tipuan AI atau lainnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta kepada masyarakat untuk melakukan verifikasi secepat bila ada terkirim video dan suara mirip yang kita kenal,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi saat memberi keterangan pers Rapat Dewan Komisaris Bulanan (RDKB) OJK pada Juli 2025 dan secara virtual, Selasa (5/8/2025). Sebelumnya Friderica memaparkan berbagai modus baru penipuan pada industri jasa keuangan dengan menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut Friderica, penipuan dengan tiruan suara semakin mudah dilakukan di tengah tingginya penggunaan sosial media karena masyarakat sering mengunggah konten-konten yang memperdengarkan suara mereka. Untuk itu, OJK mengimbau agar masyarakat untuk waspada.

“Karena dengan teknologi ini bisa meniru suara kemudian diolah sehingga memudahkan mereka melakukan scam terhadap masyarakat,” kata Friderica yang akrab disapa “Kiki” ini.

Forward Skip 10s
Lebih jauh Friderica menyatakan bahwa modus lainnya adalah menggunakan tiruan wajah atau deepfake. Dengan modus ini, pelaku kejahatan membuat video palsu yang meniru wajah seseorang dengan sangat akurat.

“Video ini dapat digunakan untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dimaksud. Jadi tidak hanya suara, tapi juga dengan wajah sekarang dengan kecanggihan AI sangat mudah mereka (scammer) berlaku seolah-seolah keluarga, anak, kolega, dan teman kita,” sambungnya.

Untuk menghindari penipuan, OJK mengimbau masyarakat melakukan verifikasi informasi. Jika dihubungi seseorang yang mengaku sebagai orang terdekat dan meminta transaksi uang, maka sebaiknya melakukan verifikasi dengan menghubungi langsung orang terdekat yang dimaksud. Lalu, menjaga kerahasiaan data pribadi terutama yang berkaitan keuangan. “Kemudian waspadai video atau suara yang terlihat dan terdengar tidak biasa,” pungkasnya.

PULUHAN RIBU KORBAN

Sebelumnya, Friderica mengatakan, bahwa sepanjang periode Januari hingga 14 Juli 2025, tercatat sebanyak 268.908 permintaan layanan telah diterima melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK).

Dari total permintaan layanan tersebut, 24.975 di antaranya merupakan pengaduan masyarakat, dengan 11.137 pengaduan terkait entitas keuangan ilegal. Friderica merinci, 8.929 pengaduan menyangkut pinjaman online (pinjol) ilegal, sementara 2.208 lainnya terkait investasi ilegal.

Menanggapi laporan tersebut, Satgas PASTI OJK telah melakukan berbagai tindakan tegas. Hingga pertengahan Juli 2025, Satgas telah menemukan dan menghentikan 1.556 entitas pinjol ilegal serta 284 penawaran investasi ilegal yang tersebar di 11 situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Selain itu, Satgas juga telah mengajukan pemblokiran terhadap 2.422 nomor kontak ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai langkah lanjutan untuk melindungi konsumen dari potensi penipuan.

“Kami juga, melalui Satgas PASTI, memonitor laporan penipuan yang disampaikan masyarakat kepada Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Dari hasil pemantauan tersebut, ditemukan 22.993 nomor telepon yang dilaporkan terlibat dalam aktivitas penipuan, dan kami telah berkoordinasi dengan Komdigi untuk langkah penanganan lebih lanjut,” jelas Friderica yang akrab disapa Kiki.

OJK menegaskan akan terus memperkuat langkah pencegahan serta edukasi kepada masyarakat untuk mendorong literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap entitas ilegal yang merugikan konsumen. (r/dey)

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts