
Global Cyber News.Com. -GJakarta, — Masuknya sosok Dr. Khairul Hidayati, S.Ant., M.Si di Badan Gizi Nasional (BGN) tentu tidak tanpa alasan. Soalnya, perempuan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah punya tugas besar di lembaga pemerintah non-kementerian yang dibentuk khusus untuk menangani tata kelola gizi di Indonesia serta mengeksekusi program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN adalah lembaga yang khusus dibentuk bertujuan meningkatkan kualitas hidup, menekan angka stunting, dan memenuhi gizi masyarakat, terutama anak sekolah dan kelompok rentan.
Tugas yang diemban Hida, sapaan akrab Khairul Hidayati, adalah menjadi Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional (Karo Kummas BGN) sejak 2025.
Jabatan itu bukan sekadar label. Sebagai Karo Kummas BGN, Hida punya tugas mengoordinasikan perumusan peraturan perundang-undangan, memberikan bantuan hukum, melakukan pertimbangan yuridis, serta mengelola humas dan komunikasi publik di BGN.
Jauh sebelum mengemban tugas sebagai Karo Kummas BGN, Hida malang melintang di sejumlah kementerian.
Ia pernah menjabat sebagai Kabag Humas di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di bawah kendali Luhut Binsar Pandjaitan pada 2020 hingga 2024.
Hampir satu dekade di bawah bimbingan Luhut, Hida banyak mendapat pengalaman dari pria yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tersebut.
“Saya bersyukur pernah mendapatkan kesempatan bekerja di bawah bimbingan Pak Luhut, Perjalanan hampir satu dekade itu menjadi sekolah kehidupan yang berharga,” kata Hida, usai menyambangi kantor DEN di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Hida mengaku banyak belajar soal kepemimpinan dari jenderal bintang empat pensiunan TNI AD tersebut.
“Jadi pemimpin harus tegas namun tetap mengedepankan kebersamaan,” kata Hida, yang teman satu kelas mantan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, saat meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia.
Ia mengatakan keteladanan Luhut dalam koordinasi lintas sektor selalu menjadi contoh nyata bagaimana negara harus dikelola.
“Beliau mengajarkan bahwa ego sektoral harus dikalahkan demi kepentingan yang lebih besar,” katanya.
“Setiap tantangan dihadapi dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut relevan dan penting bagi kami para ASN,” sambungnya.
Di bawah bimbingan Luhut, Hida ditempa untuk berpikir strategis, bekerja cepat, dan tetap berintegritas. “Prosesnya tidak mudah. Dari tempaan itu karakter saya dibangun,” ucapnya.
Hingga saat ini Hida mengaku terus belajar berusaha menjadi pribadi yang lebih tangguh dan siap menghadapi tekanan.
“Terima kasih bapak, semoga keteladanan bapak terus menginspirasi. Semoga bapak sehat selalu,” ucapnya.
Perjalanan Karir
Hida merupakan lulusan S1 Universitas Gajah Mada (UGM), program studi (prodi) Antropologi Budaya pada 2004.
Ia melanjutkan jenjang S2 di universitas yang sama. Kali ini prodi yang diambilnya adalah Psikologi Sosial, yang ditempuh dalam waktu 16 bulan. Dan gelar doktornya diraih tahun 2024 dari Universitas Indonesia dalam waktu 5 semester.
Perempuan kelahiran Grobogan, 9 September ini diketahui sempat beberapa tahun bekerja di perusahaan swasta sebelum akhirnya mengawali karir PNS di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2009. Pada saat Oktober 2014 Hida mulai ditugaskan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman hingga berubah nomenklatur menjadi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
Karir diawali dengan menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenko Maritim. Ia menangani unit kerja Bagian TU dan Protokol, Biro Umum, Sekretariat Kemenko Bidang Kemaritiman.
Tak butuh lama Hida bergeser jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Publikasi dengan unit kerja Bagian Humas, Biro Informasi dan Hukum, Sekretariat Kemenko Bidang Kemaritiman, periode 24 Juli 2015 hingga 24 Juli 2016.
Setahun kemudian, ia kembali bergeser posisi sebagai Kepala Sub Bagian Dokumentasi di unit kerja yang sama. Jabatan diembannya pada periode 25 Juli 2016 hingga 23 Mei 2018.
Total 5 tahun dua jabatan tersebut bolak- balik diemban membuat karir Hida semakin menjulang. Ia didapuk menjabat Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kemenko Marves sejak 6 Mei 2020.
Pada pertengahan 2024, Hida diminta kembali ke instansi induk menjalankan tugas sebagai Pranata Humas Ahli Madya di Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sebagai catatan, Hida pernah meraih berbagai penghargaan. Salah satunya, dari UGM pada 2004 sebagai Lulusan Termuda dan Cumlaude Program Sarjana.
Ia juga pencetus Aplikasi PESAN (Pengelolaan Aspirasi Kemaritiman) yang digunakan sebagai kanal pengaduan resmi Kemenko Marves periode 2018-2025.
Semasa berkarir di bidang kehumasan, Hida pernah mendapatkan penghargaan INSAN PR Indonesia 2022 dan PR Paling Berpengaruh 2023 dari Lembaga PR Indonesia. Selain itu, pada 2019 Hida mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia.
Pemerintahan Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
Bertempat di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024), Jokowi melantik Dadan Hindayana untuk mengepalai lembaga pemerintah yang baru dibentuk tersebut.
BGN adalah lembaga pemerintah yang dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan tugas pemenuhan gizi nasional. BGN merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Pergantian tampuk pimpinan negara, tidak membuat karir Hida meredup. Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia justru ditunjuk sebagai Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN. Jabatan itu dijalani Hida mulai 1 Desember 2024 hingga 6 Maret 2025.
Pada 7 Maret 2025, Hida mengemban amanat sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bukan jabatan yang enteng.
Hida jadi garda terdepan dalam membangun, memelihara, dan meningkatkan citra serta reputasi positif BGN melalui komunikasi dua arah dengan publik. Karo Kummas bertindak sebagai jembatan informasi, manajemen krisis, serta pendukung kegiatan BGN.
Red








