HomeUncategorisedBersih-Bersih Kejagung dan POLRI Seperti Drama Lucu, Berujung Dugaan Laga Kekuasaan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist


Bersih-Bersih Kejagung dan POLRI Seperti Drama Lucu, Berujung Dugaan Laga Kekuasaan

Global Cyber News.Com. –Medan I Awalnya dihiasi bersih-bersih yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Namun belakangan POLRI juga menangkap Jampidus Kejagung, Febri Andriansyah terkait dugaan korupsi dengan dinilai sangat besar. Tindaan ini diduga sebagai tindakan balas dendam. Karena sebelumnya pejabat tinggi Polri juga terkena bersih-bersih.

Maka tak heran bila kebijakan bersih-bersih dan bongkar-bongkaran ini mengundang beragam tafsiran. Salah satunya adalah menggambarkan dugaan laga kekuatan dan kekuasaan.

Lebih mirisnya dalam waktu tak berapa lama, Polri langsung bergerak cepat dan menjadikan mantan Jampidus Kejagung ini sebagai tersangka dugaan korupsi dan ditemukannya puluhan batang emas saat dilakukan penggeledahan.

Bahkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sempat marah dengan terbongkarnya dugaan kasus korupsi yang diduga melibatkan banyak pejabat tinggi di negeri ini.

Selanjutnya Presiden Prabowo juga meminta TNI, POLRI dan Kejagung melakukan infrospeksi diri atas kejadian tersebut. Kemungkinan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Dalam waktu tidak berapa lama, Polri akhirnya melimpahkan kasus dugaan mega korupsi di tubuh oknum Kejagung itu. Pelimpahan kasus dugaan Pebri ini juga sempat mengundang sejumlah pertanyaan dan diduga telah menyalahi prosedur hukum. Seharusnya kepolisian melakukan penyelidikan dan sebagainya lebih dulu.

Ketua Lembaga Pemantau Pemerintahan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU), Salfimi Umar saat dikonfirmasikan atas penangkapan onkum Jamdipsus adanya penangkapan oknum Jampidsus peristiwa dugaan korupsi yang menerpa Jampidus Kejagung ini menyatakan tidak terkejut.

“Sebab hukum di negeri ini diduga semakin tidak jelas dan sepertinya sudah dikuasai oleh yang namanya kekuasaan. Ujung-ujungnya rakyat kecil semakin tak berdaya dan semakin miskin,” ucap Salfimi Umar di Medan, Rabu, (22/7/2026).

Menurut Salfimi, Allah SWT tidak pernah tidur dan menunjukkan terjadinya dugaan mega korupsi yang diduga dilakukan Pebrie. “Yakinlah kekuatan Allah itu bisa mengalahkan kekuasaan di dunia ini,” katanya.

Seperti diketahui, kedua institusi hukum ini juga disebut-sebut sudah mendamaikan suasana dinamika yang berkembang. Namun publik menginginkan proses hukum dugaan korupsi itu harus ditegakkan sesuai ketentuan berlaku.

Lebih jauh Salfimi Umar mengingatkan agar kejadian bersih-bersih berujung bongkar bongkaran di institusi penegak hukum itu tidak terjadi lagi. Karena hal itu dapat membuat rakyat semakin tidak percaya lagi terhadap hukum. Ini sangat berbahaya dan bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

“Harapan saya ke depan hukum kita bisa ditegakkan sebagaimana mestinya. Sehingga tercipta kondusifitas yang kita inginkan bersama,” pungkasnya. (r/el)

Re

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts