
Global Cyber News.Com. -KALIMANTAN — Ketika sungai menjadi satu-satunya jalan, maka surutnya air bukan sekadar persoalan alam.
Bagi masyarakat pedalaman, kondisi tersebut dapat berarti terhambatnya perjalanan, terganggunya aktivitas ekonomi, sulitnya akses pendidikan, hingga terbatasnya pelayanan kesehatan.
Menyaksikan seruan masyarakat adat pedalaman yang disampaikan melalui media sosial, dengan mengibarkan bendera suku Dayak sebagai simbol suara dan jeritan nurani, kami dari Global Cyber News menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan.

Berdasarkan penelusuran informasi kewilayahan, seruan tersebut berpusat di wilayah Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sekaligus menjadi gambaran atas persoalan serupa yang masih dihadapi masyarakat di sejumlah kawasan pedalaman Pulau Kalimantan.
🌊 KETIKA AIR SUNGAI SURUT, PERJALANAN MENJADI PERJUANGAN
Pada musim kemarau panjang, debit air sungai dapat surut secara drastis. Kondisi ini membuat jalur transportasi sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat menjadi semakin sulit dan berisiko.
Perahu dan klotok harus melewati alur sungai yang dangkal serta jeram-jeram berbatu yang dikenal masyarakat setempat sebagai diriam.
Bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada sungai, persoalan ini bukan sekadar tentang sulitnya perjalanan.
Ini menyangkut keselamatan manusia, distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
❗ PEDALAMAN BUKANLAH UJUNG INDONESIA
Pembangunan tidak seharusnya berhenti di wilayah yang mudah dijangkau.
Justru masyarakat yang tinggal jauh di pedalaman membutuhkan kehadiran negara secara nyata—bukan hanya dalam bentuk janji, tetapi melalui akses transportasi, infrastruktur, pelayanan publik, dan perlindungan keselamatan yang benar-benar dapat dirasakan.
Karena itu, Global Cyber News menyampaikan sikap dan mendesak Pemerintah Republik Indonesia bersama pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius melalui:
1️⃣ AKSELERASI INFRASTRUKTUR PENGHUBUNG
Mendorong pembangunan dan peningkatan akses darat maupun infrastruktur penghubung lainnya sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai dan memutus keterisolasian wilayah pedalaman.
2️⃣ SOLUSI DARURAT ALUR SUNGAI
Memberikan perhatian khusus terhadap jalur sungai yang memiliki jeram, bebatuan, dan titik-titik berbahaya, terutama ketika debit air menurun, demi meningkatkan keselamatan masyarakat yang masih bergantung pada transportasi sungai.

3️⃣ PEMERATAAN PEMBANGUNAN
Memastikan pembangunan dan pelayanan publik benar-benar menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, sehingga keadilan sosial tidak hanya menjadi amanat konstitusi, tetapi hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
🇮🇩 SUARA DARI PEDALAMAN BUKAN SUARA YANG BOLEH DIABAIKAN.
Ketika mereka bersuara, negara harus mendengar.
Ketika akses mereka terputus, negara harus hadir.
Dan ketika keselamatan mereka terancam, tindakan nyata tidak boleh menunggu.
Menuju Indonesia Emas, jangan sampai ada masyarakat yang merasa hidup di negeri sendiri tetapi masih berjuang sendirian untuk mendapatkan akses dasar.
— Ramni Riyadi
(Kepala Biro Global Cyber News)
Red








