
Global Cyber News.Com. -BARITO SELATAN — Majelis Ta’lim Nurul Ihsan yang berlokasi di Desa Patas 1, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, terus berikhtiar memperluas syiar Islam dan pembinaan rohani masyarakat. Tidak hanya berfokus pada kegiatan pengajian dan majelis ilmu, pengelola bersama jamaah kini mulai menata kawasan keagamaan terpadu seluas kurang lebih 4 hektare sebagai bagian dari persiapan jangka panjang untuk mewujudkan pendirian pondok pesantren.
Penanggung jawab sekaligus pengajar Majelis Ta’lim Nurul Ihsan, Muhammad Fitri Yadi, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut berawal dari niat untuk menyediakan lingkungan yang mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memberikan kesempatan kepada jamaah dan masyarakat yang ingin memiliki lahan serta bermukim di sekitar majelis.
Kawasan ini diharapkan berkembang menjadi lingkungan religius yang hidup, tempat masyarakat memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman agama, dan bersama-sama mempersiapkan hadirnya lembaga pendidikan Islam bagi generasi mendatang.
Pendirian pondok pesantren ditargetkan menjadi cita-cita jangka panjang yang diupayakan dalam kurun waktu sekitar lima tahun ke depan, dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, sarana prasarana, sumber daya, dan dukungan berbagai pihak.
AKSES JALAN KAWASAN DIBANGUN MELALUI SWADAYA MAJELIS DAN JAMAAH
Keseriusan pengelola dalam mengembangkan kawasan tersebut mulai terlihat dari pembentukan akses jalan lingkungan yang dikerjakan melalui swadaya Majelis Ta’lim Nurul Ihsan bersama jamaah.
Badan jalan di dalam kawasan telah terbentuk, dan sebagian ruasnya sudah mendapatkan perkerasan melalui upaya mandiri. Pekerjaan ini menjadi langkah awal untuk membuka akses menuju lahan yang direncanakan sebagai kawasan keagamaan dan persiapan pondok pesantren.
Berdasarkan keterangan mengenai perencanaan jalan kawasan, akses yang disiapkan meliputi:
- Jalan utama atau induk: lebar kurang lebih 5 meter.
- Jalan gang di sisi kiri dan kanan: lebar kurang lebih 4 meter.
- Total panjang akses jalan: diperkirakan mencapai kurang lebih 900 meter.
Upaya swadaya tersebut menunjukkan adanya partisipasi pengelola dan jamaah dalam memulai pembangunan dari kemampuan yang tersedia. Namun, untuk meningkatkan kualitas jalan agar lebih kuat, aman, dan dapat digunakan secara berkelanjutan, diperlukan penanganan lanjutan sesuai kebutuhan teknis serta kemampuan pendanaan.
Oleh karena itu, pengelola berharap adanya komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui perangkat daerah terkait, khususnya dalam menelaah kemungkinan dukungan peningkatan dan pengerasan jalan lingkungan kawasan.
BERADA DI KAWASAN SIMPANG BUYUY, DEKAT JALAN UTAMA TRANS KALIMANTAN
Dari segi aksesibilitas, kawasan Majelis Ta’lim Nurul Ihsan berada di sekitar Simpang Buyuy, Desa Patas 1, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan.
Lokasi kawasan disebut berjarak sekitar 200 meter dari jalan utama beraspal poros Trans Kalimantan. Jalur tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat dan perjalanan antardaerah, termasuk menuju wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kota Muara Teweh.
Kedekatan dengan jalan utama menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pengembangan kawasan, baik untuk kegiatan pengajian, silaturahmi jamaah, aktivitas sosial keagamaan, maupun persiapan fasilitas pendidikan Islam di masa mendatang.
Meski demikian, pengembangan kawasan tetap memerlukan penataan yang terencana, termasuk peningkatan akses jalan, ketersediaan air bersih, sanitasi, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dengan perencanaan yang baik serta dukungan berbagai pihak, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang secara bertahap sesuai tujuan yang telah dirintis oleh pengelola dan jamaah.
PENGELOLA BERHARAP KOLABORASI BUPATI DAN WAKIL BUPATI BARITO SELATAN
Melalui pemberitaan Global Cyber News, Muhammad Fitri Yadi menyampaikan harapan agar Bupati dan Wakil Bupati Barito Selatan beserta perangkat daerah terkait dapat memberikan perhatian terhadap rencana pengembangan kawasan keagamaan Majelis Ta’lim Nurul Ihsan.
Harapan tersebut terutama menyangkut dua kebutuhan dasar yang dinilai penting untuk mendukung aktivitas majelis sekaligus mempersiapkan fasilitas pondok pesantren.
- Dukungan pembangunan satu titik sumur bor untuk kebutuhan air bersih
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaksanaan wudu, bersuci, kegiatan pengajian, serta kebutuhan sehari-hari pengelola dan jamaah. Sarana tersebut juga diperlukan sebagai bagian dari persiapan fasilitas sanitasi apabila pembangunan pondok pesantren dapat direalisasikan.
Pengelola berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait dapat menelaah kemungkinan dukungan pembangunan satu titik sumur bor, dengan memperhatikan kelayakan lokasi, ketersediaan sumber air, dan ketentuan program yang berlaku.
- Kolaborasi peningkatan dan pengerasan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 900 meter
Pembentukan badan jalan dan perkerasan pada sebagian ruas telah dilakukan melalui swadaya majelis dan jamaah. Untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, pengelola berharap adanya dukungan peningkatan kualitas jalan agar akses menuju kawasan menjadi lebih memadai.
Bentuk penanganan yang diharapkan dapat berupa pengerasan lanjutan atau peningkatan konstruksi jalan sesuai hasil survei dan kajian teknis pemerintah daerah.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah aktivitas jamaah, tetapi juga membantu mempersiapkan akses kawasan untuk kegiatan pendidikan dan sosial keagamaan pada masa mendatang.
Pengelola menyadari bahwa setiap dukungan pemerintah perlu mengikuti ketentuan administrasi, perencanaan, penganggaran, serta kewenangan perangkat daerah. Karena itu, komunikasi dan koordinasi menjadi langkah penting agar harapan tersebut dapat ditindaklanjuti secara tepat.
DARI SWADAYA JAMAAH MENUJU SYIAR ISLAM YANG BERKELANJUTAN
Pengembangan kawasan Majelis Ta’lim Nurul Ihsan merupakan ikhtiar yang berangkat dari partisipasi pengelola dan jamaah. Pembentukan akses jalan secara swadaya menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan lingkungan yang dapat menunjang kegiatan keagamaan dan rencana pendidikan Islam.
Ke depan, keberlanjutan rencana tersebut akan bergantung pada kesiapan pengelola, partisipasi masyarakat, ketersediaan sarana dasar, serta peluang kerja sama dengan berbagai pihak sesuai ketentuan yang berlaku.
Global Cyber News memandang prakarsa masyarakat seperti ini sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan sosial dan keagamaan di daerah. Harapan akan kolaborasi pemerintah daerah dapat menjadi ruang komunikasi untuk membahas kebutuhan riil kawasan, terutama air bersih dan peningkatan akses jalan.
Sinergi antara swadaya masyarakat dan program pembangunan yang tepat sasaran diharapkan dapat membuka peluang bagi tumbuhnya pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam di Desa Patas 1, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan.
Dengan perencanaan bertahap dan kerja sama yang baik, cita-cita menghadirkan kawasan keagamaan terpadu serta pondok pesantren diharapkan dapat terus diperjuangkan demi kepentingan jamaah, masyarakat, dan generasi mendatang.
IDENTITAS LIPUTAN
Media: Global Cyber News
Hari/Tanggal: Selasa, 13 Oktober 2026
Lokasi: Kawasan Majelis Ta’lim Nurul Ihsan, sekitar Simpang Buyuy, Desa Patas 1, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.(. RR. ).
Red










