spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorisedPuncak Peringatan HKG PKK 2026, Bobby Nasution Ajak Kader PKK Lindungi Anak...

Related Posts

Featured Artist



Puncak Peringatan HKG PKK 2026, Bobby Nasution Ajak Kader PKK Lindungi Anak dari Narkoba dan Perundungan

Globalcybernews.com-Medan I Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berperan aktif melindungi anak-anak dari bahaya narkoba dan perundungan (bullying). Menurutnya, PKK memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi utama untuk menjaga masa depan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 Provinsi Sumut yang diselenggarakan TP PKK Sumut di Hotel Grand Mercure, Kamis (22/10/2026). Peringatan HKG PKK ke-54 secara nasional mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.

”Ibu-ibu PKK adalah sekolah pertama untuk anak-anak. Kuncinya berada pada ibu-ibu. Mereka akan mencontoh apa yang ibu perbuat, ibu katakan. Karena itu saya titip anak-anak agar tidak terjerat dari segala jenis Narkoba. Saat ini Sumut masih peringkat satu Narkoba,” ucap Bobby.

Ia menegaskan, keluarga juga merupakan fondasi utama pembangunan. Keluarga yang sehat, terdidik, mandiri, dan sejahtera akan menjadi dasar yang kuat bagi kemajuan Sumut.

Bobby juga menyampaikan bahwa 10 Program Pokok PKK tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun telah dirumuskan sejak 1978 melalui lokakarya di Jawa Tengah, program tersebut perlu terus diwujudkan melalui kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kesehatan, pendidikan anak, ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan kepedulian sosial.

Menurutnya, integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam 10 Program Pokok PKK bukan lagi sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan dapat menjadi langkah penting untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat memiliki peran fundamental dalam membentuk generasi unggul. Karena itu, pemanfaatan teknologi AI hingga tingkat keluarga melalui kader PKK dinilai dapat< membuat pelaksanaan program lebih relevan, berdampak nyata, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau bisa, boleh seluruh program 10 Program Pokok PKK ini ada satu tambahan output yang bisa disepakati bersama, khususnya PKK Sumut dan daerah. Saat ini kita hidup di zaman digital, tentang bagaimana penggunaan AI yang saat ini begitu massif,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu< menyampaikan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program-program prioritas, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Upaya tersebut dimulai dari penguatan ketahanan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Menurut Kahiyang, Peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi seluruh jajaran PKK, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan, termasuk kader Dasawisma sebagai garda terdepan gerakan PKK.

“Gerakan masif ini bertujuan untuk meneguhkan kembali pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar berjalan selaras, adaptif, dan secara nyata mendorong keberhasilan program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kahiyang Ayu juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba tingkat Provinsi Sumut, meliputi Tertib Administrasi PKK, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (AKU HATINYA) PKK, serta Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test.

Perlombaan tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni tingkat kabupaten dan kota. Para pemenang memperoleh dana pembinaan, trofi, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam mendukung pelaksanaan program PKK.

Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 tersebut turut dihadiri Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Boya Yanti Gultom, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota, kader PKK se-Sumut, serta sejumlah kepala desa dan lurah. (r/pl)

Red

Previous article


Pemprov Sumut Optimistis Capai Target 46% Cek Kesehatan Gratis Akhir 2026

globalcybernews.com-Medan I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mengakselerasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh kabupaten/kota. Capaian program tersebut kini telah mencapai 32,81% dan ditargetkan menembus 46% pada akhir 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita menyampaikan hal tersebut pada konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (22/10/2026).

“Data kita per tanggal 19 Oktober 2026, untuk angka CKG kita adalah 15,67 juta lebih. Target kita pada tahun 2026 adalah 46% atau sekitar 7,3 juta. Sampai saat ini, dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan CKG, capaiannya sudah berada di angka 31,82% atau sekitar 5,4 juta jiwa,” ujar Hery.

Menurut Hery, berdasarkan data yang diinput dalam sistem Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), jumlah masyarakat Sumut yang telah mendapatkan layanan CKG terus meningkat. Angka tersebut bergerak setiap hari seiring dengan proses penginputan data dari kabupaten/kota.

“Per hari ini, CKG kita sudah 32,81%, yaitu sebanyak 5 juta lebih. Artinya setiap hari jika data di-update, saya yakin angka perhitungan manual kami yang dilaporkan kabupaten/kota sebenarnya sudah bisa mencapai 35%. Namun yang masuk resmi di aplikasi baru sekitar 32,81% per hari ini,” jelasnya.

Terkait selisih antara capaian riil di lapangan dengan data yang masuk ke aplikasi nasional, Hery menjelaskan, salah satu kendalanya adalah jaringan dan pemeliharaan aplikasi yang terpusat di Kementerian Kesehatan.

“Semua aplikasi kita dikendalikan oleh Kementerian Kesehatan, jadi kita hanya penginputan. Begitu ada masalah jaringan atau aplikasi kendala, contohnya dua bulan terakhir ini paling hanya 4 hari terbuka dalam sebulan, selebihnya maintenance karena aplikasi ini digunakan seluruh Indonesia, 38 provinsi,” paparnya.

Meski menghadapi kendala teknis dalam penginputan data, Dinas Kesehatan Sumut optimistis target CKG sebesar 46% dapat dicapai hingga akhir Desember 2026. Tren peningkatan capaian setiap pekan menjadi salah satu dasar optimisme tersebut.

“Dengan sisa waktu yang ada, kenaikan kita per minggu jika dibandingkan capaian bulanan, maka kami optimistis Sumatera Utara akan mencapai 46% sampai tanggal 31 Desember nanti,” tegas Hery.

Pada kesempatan itu, Hery juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai alur pelayanan CKG. Program tersebut merupakan tahap skrining awal kesehatan masyarakat yang mencakup hingga 18 parameter pemeriksaan, sesuai kelompok usia dan faktor risiko.

“CKG ini adalah cek gratis skrining. Jika dari hasil skrining ditemukan indikasi atau masalah kesehatan, peserta tidak langsung dirujuk ke rumah sakit, melainkan diberikan rujukan ke Puskesmas terlebih_ dahulu untuk pemeriksaan dasar. Jika di Puskesmas membutuhkan penanganan dokter spesialis, baru dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah,” pungkasnya.

Pemprov Sumut pun mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan CKG di Puskesmas maupun pos pelayanan terdekat. Pemeriksaan sejak dini diharapkan dapat membantu menemukan berbagai faktor risiko dan potensi penyakit sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut Miswar mengatakan, CKG juga berperan penting sebagai pintu masuk untuk memperkuat upaya pencegahan dan penemuan kasus penyakit. Salah satunya dalam mendukung penelusuran kasus tuberkulosis (TBC) di Sumut.

“CKG ini sangat membantu di program kami, di P2P. Melalui pemeriksaan CKG, fasilitas kesehatan dapat menjaring dan mendeteksi lebih dini kasus-kasus penyakit menular di tengah masyarakat, termasuk mengoptimalkan penelusuran kasus TBC di 33 kabupaten/kota agar penanganan dan pengobatannya dapat segera dilakukan secara tuntas,” katanya. (r/pl)
Next article
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts