
Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah , Minggu , 25 Oktober. 2025. MENYINGKAP WARISAN LELUHUR DI PEDALAMAN BARITO SELATAN: BATU IPIT, BATU UTEK, DAN AIR TERJUN DI JALUR SINDO LUMBER
Merawat situs bersejarah, menjaga kearifan lokal, dan membuka peluang ekowisata berkelanjutan dari pedalaman Kalimantan.
BARITO SELATAN, KALIMANTAN TENGAH — Kabupaten Barito Selatan tidak hanya menyimpan dinamika pembangunan dan kehidupan masyarakat pedalaman, tetapi juga memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta potensi alam yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Di kawasan Bulu, wilayah Desa Ngurit, hingga perbatasan Malungai Raya dan Dusun Muara Malungai, Kecamatan Gunung Bintang Awai, terdapat sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan kesakralan bagi masyarakat setempat. Di antaranya adalah situs Batu Ipit, Batu Utek, serta kawasan air terjun yang menyimpan potensi keindahan alam pedalaman Kalimantan.
Atas komitmen pengawalan jurnalistik Kepala Kantor Wilayah Global Cyber News se-Kalimantan, Abdullah, tim Global Cyber News yang dipimpin Kepala Biro Barito Selatan, Ramni Riyadi, bersama pendamping lapangan Edianto, melakukan penelusuran dan dokumentasi lapangan untuk mengenali potensi warisan leluhur sekaligus mendorong perhatian terhadap pelestarian lingkungan.
Penelusuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan lokal Barito Selatan, dengan tetap menghormati nilai adat serta sejarah lisan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
BATU IPIT: JEJAK SEJARAH DI KAWASAN BULU
Situs Batu Ipit berada di kawasan Bulu, yang secara administratif termasuk wilayah Desa Ngurit. Bagi masyarakat setempat, lokasi ini memiliki nilai sejarah dan dipandang sebagai salah satu tempat yang patut dihormati karena keterkaitannya dengan tradisi leluhur.
Keberadaannya di sekitar jalur operasional perusahaan menjadikan perlindungan situs dan perhatian terhadap lingkungan sekitarnya sebagai hal penting.
Pendokumentasian diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pengenalan situs tersebut melalui penelusuran sejarah lisan, dokumentasi kondisi lapangan, serta pendataan bersama masyarakat dan pemerintah desa.
BATU UTEK: WARISAN INGATAN LELUHUR
Selain Batu Ipit, terdapat pula situs Batu Utek di kawasan perbatasan Malungai Raya dan Dusun Muara Malungai, Kecamatan Gunung Bintang Awai.
Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kawasan tersebut memiliki hubungan dengan sejarah dan tradisi leluhur yang dihormati secara turun-temurun.
Nilai penting situs seperti Batu Utek tidak hanya terletak pada keberadaan fisiknya, tetapi juga pada cerita, tradisi, dan pengetahuan lokal yang menyertainya. Karena itu, dokumentasi sejarah perlu dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan masyarakat yang memahami adat dan asal-usul kawasan tersebut.
AIR TERJUN TERSEMBUNYI: POTENSI ALAM YANG PERLU DIJAGA
Penelusuran tim juga menyoroti potensi air terjun dan sumber air di kawasan hutan sekitar jalur operasional. Keindahan bentang alam tersebut dapat menjadi aset lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata apabila memenuhi persyaratan keselamatan, aksesibilitas, dan kelestarian lingkungan.
Air dan kawasan hutan memiliki peranan penting bagi keberlangsungan ekosistem. Oleh sebab itu, pengembangan potensi wisata perlu disertai perlindungan sumber air, pengelolaan sampah, pengendalian aktivitas pengunjung, serta penghormatan terhadap kawasan yang dinilai sakral oleh masyarakat.
Potensi tersebut layak ditindaklanjuti melalui pendataan lokasi, kajian lingkungan, dan koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, masyarakat adat, serta pengelola kawasan.
APRESIASI ATAS PERHATIAN PT SINDO LUMBER
Dalam penelusuran tersebut, Tim Global Cyber News memberikan apresiasi kepada PT Sindo Lumber atas perhatian yang dilaporkan telah diberikan terhadap situs budaya dan kawasan alam di wilayah operasionalnya.
Berdasarkan pengamatan dan informasi yang dihimpun tim, keberadaan papan penanda di sejumlah lokasi menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pengenalan kawasan penting. Informasi mengenai upaya perawatan situs dan kawasan air terjun juga menjadi bagian dari laporan yang perlu terus didokumentasikan.
Apresiasi ini diharapkan dapat mendorong kesinambungan kerja sama antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya serta lingkungan hidup.
Pelestarian tidak cukup berhenti pada pemasangan papan penanda. Diperlukan pemantauan berkala, kejelasan batas kawasan yang perlu dilindungi, serta pelibatan masyarakat lokal dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan situs dan sumber daya alam.
EDIANTO: SEJARAH DAN ALAM HARUS DIJAGA BERSAMA
Edianto, yang mendampingi tim dalam penelusuran lapangan, menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap situs leluhur dan potensi alam di pedalaman Barito Selatan.
Menurut pesan pelestarian yang dihimpun dalam kegiatan tersebut, keberadaan Batu Ipit, Batu Utek, air terjun, dan sumber air di kawasan hutan merupakan kekayaan lokal yang perlu dijaga agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Pelibatan masyarakat menjadi penting karena merekalah yang menyimpan pengetahuan mengenai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang melekat pada lokasi tersebut.
SUPRIYADI: PELESTARIAN UNTUK GENERASI MENDATANG
Supriyadi, warga Desa Ngurit yang menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) PT Sindo Lumber, turut menjadi salah satu pihak yang diharapkan dapat mendorong kesinambungan perhatian terhadap kekayaan sejarah dan alam di kawasan tersebut.
Pelestarian situs leluhur dan lingkungan perlu menjadi kepentingan bersama agar generasi mendatang tetap mengenal akar budaya serta memiliki kesempatan menikmati alam yang terjaga.
Sinergi perusahaan dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat melalui kegiatan pendataan, pemeliharaan, edukasi budaya, dan langkah nyata untuk mempertahankan kelestarian kawasan.
PELUANG WISATA BUDAYA DAN EKOWISATA BERKELANJUTAN
Global Cyber News memandang bahwa Batu Ipit, Batu Utek, dan kawasan air terjun di pedalaman Barito Selatan memiliki potensi untuk dikaji lebih lanjut sebagai bagian dari pengembangan wisata budaya dan ekowisata.
Namun, pengembangan tersebut harus didasarkan pada kajian yang memadai dan tidak boleh mengabaikan hak masyarakat adat, aturan setempat, keselamatan pengunjung, maupun daya dukung lingkungan.
Situs yang memiliki nilai sakral juga tidak semestinya diperlakukan semata-mata sebagai objek wisata. Setiap rencana kunjungan dan promosi harus menghormati ketentuan adat serta persetujuan masyarakat yang berkepentingan.
Jika dikelola secara bijaksana, potensi tersebut dapat membuka peluang ekonomi lokal, memperkuat pengenalan budaya, dan mendorong masyarakat menjadi bagian utama dari upaya pelestarian.
SINERGI MASYARAKAT, PEMERINTAH, DAN PERUSAHAAN
Pelestarian warisan leluhur dan perlindungan ekosistem hutan membutuhkan kerja sama berkelanjutan. Masyarakat setempat memegang peranan penting dalam menjaga pengetahuan adat, sementara pemerintah memiliki peran dalam pendataan, perlindungan, pembinaan, dan pengawasan sesuai kewenangannya.
Pihak perusahaan juga diharapkan terus mendukung upaya pelestarian di sekitar wilayah operasional melalui koordinasi terbuka, perlindungan kawasan penting, dan kemitraan yang menghormati masyarakat setempat.
Kepala Kanwil Global Cyber News se-Kalimantan, Abdullah, bersama Kepala Biro Global Cyber News Barito Selatan, Ramni Riyadi, menegaskan pentingnya peran pers dalam menyuarakan kekayaan budaya dan potensi alam daerah, sekaligus mengawal kepentingan masyarakat melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.
Bagi Global Cyber News, pembangunan dan kegiatan ekonomi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap budaya lokal dan perlindungan lingkungan.
DARI BARITO SELATAN, UNTUK INDONESIA
Di balik kawasan hutan, aliran sungai, situs leluhur, dan air terjun di pedalaman Barito Selatan, tersimpan kekayaan yang bukan hanya bernilai bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
Menjaga warisan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. Dokumentasi sejarah, perlindungan situs, perawatan sumber air, serta pelibatan masyarakat menjadi langkah penting agar kekayaan itu tidak hilang ditelan perubahan zaman.
Melalui kerja jurnalistik di bawah pengawalan Abdullah selaku Kepala Kanwil Kalimantan dan Ramni Riyadi selaku Kepala Biro Barito Selatan, bersama Edianto sebagai pendamping lapangan, Global Cyber News berkomitmen untuk terus mengangkat potensi daerah, menyuarakan kearifan lokal, dan mendorong perhatian terhadap pelestarian lingkungan di pedalaman Kalimantan.
Pemberitaan ini menjadi pengingat bahwa warisan leluhur dan kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan amanah bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
DARI BARITO SELATAN, UNTUK INDONESIA.
GLOBAL CYBER NEWS
Menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Apa yang kami lihat dan apa yang kami dengar, itulah yang kami beritakan.
TIM REDAKSI GLOBAL CYBER NEWS – BARITO SELATAN
- Kepala Kantor Wilayah Kalimantan: Abdullah
- Kepala Biro Barito Selatan: Ramni Riyadi
- Pendamping Lapangan: Edianto
Catatan Redaksi: Informasi mengenai sejarah situs, kondisi kawasan, dan kegiatan perawatan perlu terus diverifikasi melalui dokumentasi lapangan, keterangan masyarakat, serta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Pengembangan wisata harus menghormati adat setempat dan mengutamakan kelestarian lingkungan.( tim GCN ).
Red










