spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorised*Dampingi Ahli Waris, Adv Seno Aji Nilai Penyaluran Kredit BRI Unit Sukadana...

Related Posts

Featured Artist

*Dampingi Ahli Waris, Adv Seno Aji Nilai Penyaluran Kredit BRI Unit Sukadana Ke Debitur Sunaryo Menyisakan Persoalan*

Global Cyber news.com. -Lampung, Advokat (Adv) Seno Aji, S. Sos, S.H, M.H memberikan pendampingan kepada para ahli waris terkait permasalahan kredit untuk tambahan investasi usaha perdagangan eceran sembako atas nama debitur Sunaryo (alm) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Unit Sukadana-Metro.

Seno Aji mengatakan dirinya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Kepala Kantor BRI Unit Sukadana, Kepala Kantor Cabang BRI Kota Metro dan Kepala Kantor Wilayah BRI Bandar Lampung perihal penutupan kredit dan penyerahan sertipikat hak milik (SHM) debitur Sunaryo yang masih tertahan di BRI.

“Para ahli waris telah memberikan kuasa kepada Saya untuk mengurus permasalahan kredit pada BRI Unit Sukadana di Kabupaten Lampung Timur atas nama debitur Sunaryo (alm), adapun para ahli waris tersebut merupakan isteri dan anak almarhum”, kata Seno Aji yang dikenal sederhana dan low profil pada Minggu (25/10/2026).

Dia menilai terdapat persoalan dalam penerapan kredit oleh BRI kepada debitur Sunaryo, mulai dari penetapan suku bunga, jenis atau klasifikasi pinjaman sampai pada penetapan agunan tambahan dan tidak adanya asuransi penyerta dalam kredit tersebut.

“Ditinjau dari surat tanda terima hutang dari PT. BRI Tbk Unit Sukadana tanggal 22 Mei 2023 sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) patut dinilai terdapat sejumlah persoalan atas penyaluran kredit oleh pihak BRI yang diduga menyimpangi sejumlah ketentuan, mulai dari penetapan suku bunga, penerapan jenis dan/atau klasifikasi pinjaman kredit, penetapan agunan tambahan sampai pada tidak adanya asuransi penyerta dalam kredit tersebut”, ungkap Seno Aji yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD).

Dirinya meminta agar pihak BRI segera memberikan kepastian hukum terhadap status kredit atas nama Debitur Sunaryo sebagai pertimbangan debitur telah tutup usia/meninggal dunia dan usaha debitur berupa warung eceran sembako sudah tidak berjalan. Sementara ahli waris yakni isteri dan seorang anak merupakan kategori ekonomi tidak mampu dibuktikan surat keterangan dari Kepala Desa Sukadana Ilir. Harapannya status kredit segera ditutup dan agunan tambahan diserahkan kepada ahli waris.

Sosok Advokat dari Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) juga mengingatkan agar BRI menyalurkan pinjaman kredit sesuai mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Saya telah meminta kepada Kepala Kantor BRI Unit Sukadana untuk menindaklanjuti dan menjawab secara tertulis surat permohonan yang telah Kami sampaikan sesuai ketentuan, dan dari Kepala Kantor BRI Unit Sukadana berjanji pihaknya akan menindaklanjuti dan berkonsultasi terlebih dahulu ke Kantor Cabang BRI Kota Metro”, tambah Seno Aji.

Terakhir Seno Aji juga menegaskan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan upaya hukum baik mengirim laporan kepada Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, maupun mengirim surat secara resmi kepada Direktur Utama PT. BRI, Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta.

Untuk diketahui bahwa Kepala Kantor BRI Unit Sukadana, Tirta telah melakukan konfirmasi kepada Seno Aji selaku kuasa hukum para ahli waris pada 16 Oktober 2026, melalui sambungan telephon whatsapp.

Dalam keterangannya Kepala Kantor menjelaskan jika penyaluran kredit kepada debitur Sunaryo merupakan jenis Kupedes, sehingga penetapan suku bunga dan agunan telah sesuai.

“Debitur Sunaryo merupakan debitur yang telah melakukan pinjaman kredit jenis Kupedes di BRI untuk kali ke 3, sehingga penetapan suku bunga dan penerapan agunan tambahan telah sesuai, namun perihal surat jawaban resmi Kami akan berkonsultasi terlebih dahulu ke Kantor Cabang BRI Kota Metro”, kata Tirta sepihak. (*)

Red

Previous article

*Jejak Pikir dan Jejak Rasa Bangsa Barat dan Bangsa Timur Berbeda Dalam Mensikapi  Cara Hidup*



Orang Barat lebih  dominan menggunakan otak (akal), orang Timur dominan menggunakan hati (Iman), karenanya orang Barat selalu berkata, saya pikir, tapi orang Timur selalu berkata aku rasa. Agaknya, itulah sebabnya para Nabi — tokoh agama — semya l ahir dari Timur, tidak dari Barat. Dan Barat memang banyak melahirkan filsuf, bukan para sufi dan pelaku spirutual yang tekun. Karena itu, Pemimpin Spiritual dunia akan lahir dari Timur. bukan dari Barat.

Dalam laku spiritual yang sudah banyak ditekuni oleh orang Barat sejak 40 tahun terakhir — satu genetasi — belum juga melahirkan seorang tokoh spiritual yang tangguh, karena mereka tersesat di jalan terang, mencari Tuhan di luar dirinya — tidak ke dalam — karena pengembaraan spiritual yang sesungguhnya memasuki ke kedalaman hati yang paling mendasar, ialah iman. Sebab pikiran memang dapat mempercepat menuju tujuan, tapi tidak menentukan arah dari tujuan yang diinginkan, yaitu. mendekatkan diri kepada Tuhan.

Jadi jelas, perbedaan cara menggunakan daya pikir dan daya rasa antars bangsa Timur dan Bangsa Barat dalam mensikapi cara hidup jelas menentukan oroentasi dalam memaknai hakekat hidup hingga menghasilkan pola budaya sampai peradaban besar mensikapi alam kehidupan, manusia dengan segenap makluk ciptaan Tuhan yang berujung pada keyakinan terhadap Tuhan. Karena itu jelas muatan nilai  spiritiual dan keagamaan hingga budaya menjadi kontras antara Timur dan Barat.

Kodrat bawaan manusia Barat dan manusia Timur yang kontras ini — yang berpijak pada rasa (bayin) berbeda dengan akal (pikiran) ini, sehingga semua pendekatan dalam hidup dan kehidupan menghasilkan produk budaya manusia — yang meliputi cara berpikir, cara memandang dan cara mensikapi hidup dan kehidupan hasil rekayasa otak yang ilmiah dan rasional,, namun abai pada nilai kemanusiaan —  kemaslahatan — bernilai ilahiyah. Atas dasar itulah kekosongan hati dan jiwa — meski menghasilkan suatu produk terunggul sekalipun — mulai dari ilmu dan teknologi dalam berbagai bidang sektor pekerjaan — ekonomi, politik, sosial dan budaya serta keagamaan — seperti barang atifisial belaka, tidak memiliki ruh meski dalam produk mesin yang hidup dan mampu dikendalikan oleh kecerdasan manusia.

Agaknya, atas dasar itulah Sri Eko Sriyanto Galgendu, Wali Spiritual Nusantara yakin dan percaya bahwa gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual akan tampil dan lahir dari bumi Nusantara untuk memimpin dan menjadi sentral gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual dari Timur.

Dari kajian siklus setiap tujuh abad, perubahan besar manusia sudah ditandai oleh tampilan para Nabi (Isa Alaihisalam) pada siklus tujuh abad keda tampil Nabi Besar Muhammad SAW, baru kemudian pada siklus perubahan tujuh abad ketiga terjadi renaissance di Eropa setelah dua peristiwa pertama dan kedua terjad di Timur. Dan kini — siklus perubahan besar berikutnya yang keempat akan kembali ke Timur dengan yang akan ditandai oleh gemuruhnya kebangkitan spiritual yang bersifat global dan universal akibat manusia abai pada etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai ciptaan Tuhan paling sempurna untuk mengemban tugas ilahiyah sebagai wakil Tuhan di bumi. Khalifatullah fil ‘ardhi.



Banten, 25 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts