
Global Cyber news.com. -Mewakili Wali Kota Binjai, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Binjai Putri Syawal Br. Sembiring, S.E., Asisten Perekonomian dan Pembangunan drg. Indra Syahfery, M.A.P., serta Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan dr. Heri Hendri, mengikuti Sosialisasi Pemenuhan Infrastruktur Primer Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) secara daring di Binjai Command Center (BCC), Senin (19/10). Kegiatan ini turut diikuti Asisten Administrasi Umum Setdako Binjai Drs. Eka Edi Saputra, M.M., dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai Desman, S.K.M., M.Kes.
Sosialisasi dipimpin oleh Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, serta diikuti perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini membahas rencana pembangunan dan pemenuhan infrastruktur kesehatan primer sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam arahannya, dr. Maria Endang Sumiwi menjelaskan bahwa penguatan layanan kesehatan primer berfokus pada tiga pilar utama, yakni Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat. Pemerintah menargetkan renovasi 8.001 Puskesmas eksisting dan pembangunan 1.988 Puskesmas baru pada 2027–2029, dengan alokasi sekitar Rp3 miliar per unit untuk pembangunan gedung Puskesmas baru. Selain itu, pembangunan dan revitalisasi hingga 20.000 unit Pustu juga direncanakan guna memperluas akses pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Sementara itu, Labkesmas berperan penting dalam meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium, deteksi dini penyakit, surveilans faktor risiko, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Pembangunannya di daerah juga harus mengikuti prototipe dan pedoman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemenuhan infrastruktur kesehatan primer dapat mendukung pemerataan fasilitas dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota.
Red










