spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorised*Peradaban Barat Pasti Akan Segera Berkiblat ke Timur*

Related Posts

Featured Artist


*Peradaban Barat Pasti Akan Segera Berkiblat ke Timur*



Jacob Ereste :

Global Cyber news.com. -Orang Barat mencari arah kebenaran dengan otok — pikiran — orang Timur menentukan arah kebenaran dengan keyakinan. Begitulah titik keberangkatan dari keraguan yang selalu dipertanyakan. Seperti kata Descartes, keraguan terhadap segalanya menyebabkan harus berpikir. Tapi kepercayaan dasarnya adalah keyakinan, sehingga tidak perlu kesangsian untuk dipertanyakan. Dan kaum sufi selalu percaya bahwa keberadaan dirinya — eksistensialisme — karena ada yang mengadakan, yaitu Tuhan. Maka itu, ketika kebenaran sudah ada serta diyakini dan sudah dipercaya adanya, artinya tugas pokok manusia tinggal menjaga dan membersihkan diri untuk selalu dekat dan suci bersama Tuhan.

Akak dan logika orang Barat yang selalu ingin membuktikan kebenaran bisa dibuktikan, diukur dan dideskripsikan harus dapat dilakukan. Akibatnya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan harus dibuktikan terlebih dahulu ada dan keberadaan dari Tuhan. Karena akal dan pikiran manusia Barat tidak mampu menjangkau keberadaan Tuhan, akibatnya mereka memiliki jarak yang relatif jauh dari Tuhan.

Rasa yang menjadi patokan bangsa Timur untuk memahami kebenaran, hanya mungkin karena dialami dan dihayati. Sebab terlalu banyak hal-hal yang hanya bisa dirasakan, tetapi tidak bisa diterima oleh akal dan pikiran.

Dalam hal pemahaman terhadap alam semesta dan segenap isinya berikut makhluk yang ada sebagai ciotaan Tuhan, manusia Timur dapat menerima semua itu sebagai bagian dari dirinya. Tetapi manusia Barat melihatnya sebagai sesuatu yang harus dikuasai. Maka itu, lahirlah teknologi untuk mengekploitasi bahkan hasrat untuk menguasai semua itu menjadi hak milik atau semua berada di bawah kendali dan kekuasaannya. Karena itu budaya untuk menjajah — memerangi bangsa lain, tidak hanya di Barat tetapi juga sampai ke Timur terus menjadi cara untuk menguasai serta mempunyai kendali atas semua apa yang menjadi keinginan nafsu yang terus diumbar secara luar.

Bagi manusis Timur, alam adalah bagian dari dirinya yang harus dan wajib dijaga kelestariannya. Jika kemudian warga masyarakat Barat mulai gaduh tentang perlunya pelestarian lingkungan hidup, itu semua ekspresi dari penyesalan atas perbuatan mereka yang terlebih dahulu membuat kerusakan alam yang terjadi sekarang di belahan dunia bagian Timur akibat dari ulah mereka yang baru menular dan merebak di dunia bagian Timur yang dipengaruhi oleh Barat.

Atas dasar rasa yang terpelihara baik dalam bangsa Timur, maka lahir beragam kesenian, yang mengakar dari tradisi dan adat seperti berpantun, zikir, meditasi, puasa, laku spiritual dan kuatnya ketakinan dan kepercayaan terhadap agama. Dari pepatah mayarakat Lampung misalnya yakin dan percaya bahwa alam semesta bukan milik manusia, tetapi semacam titipan dari Tuhan untuk dijaga oleh manusia sebagai khalifatullah — wakil Tuhan — di bumi.

Manusia Barat melihat manusia sebagai individu. Manusia Timur memandang manusia adalah saudara yang terikat oleh nilai-nilai kemanusiaan. Kekeluargaan, gotong royong, gugur gunung dan memiliki tradisi untuk selalu berbagi, sedekah hingga suka memveri wakaf dan memeligara yatim pistu maupun fakir miskin.

Manusia bagi bangsa Timur adalah bagian dari haringan — relasi — mulai dari leluhur, kampung halaman memiliki ikatan jalinan yang kuat. Itulah sebabnya tradisi mudik begitu terkesan sakral dilakukan pada hari raya, atau seperti dalam acara pada bulan ramadhan yang diyakini penuh berkah. Sehingga budaya sedekah dan berbagi rizki begitu getol dilakukan, meski dalam kondisi yang tidak juga berlebihan.

Semua perilaku yang dilakukan atas dasar rasa itu, adalah keyakinan dan kepercayaan yang tidak masuk pada wilayah akal dan pikiran yang fanatik pada logika yang selalu ingin memperoleh bukti yang nyata dari kepuasan batin dan ketenangan jiwa. Bahkan tentang waktu bagi manusia Barat dilihat semacam garis linier — lurus — tidak berputar seperti pemahaman dari bangsa Timur yang lebih religius serta dominan dan kuat menekuni laku spiritual yang semakin menjadi alternatif terbaik untuk memasuki peralihan siklus setiap tujuh abab pada babak keempat sekarang akibat bebturan peradaban yang memang tidak bisa dielakkan. Dan Timur akan menjadi tempat sekaligus pusat persemaian gerakan kebangkitan kesadaran spiritual di dunia.

Persdaban Barat pasti akan segera berkiblat ke Timur, akibat dari jejak pikir yang berbasis pada logika dan mengabaikan jejak rasa — batin — akan mentok pada titik jenuh karena hasil akhirnya hanya sampai pada ruang kosong di hati yang tidak terbaca sebelumnya. Kehampaan tiada memberi arti apa-apa pada jiwa yang semakin kerontang. Karena nilai-nilai dan benih spiritual tidak tumbuh dan tidak menampilkan bunga yang wangi sebagai pengharum jiwa yang kering dan kerontang.

Banten, 28 Oktober 2026

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts