Monday, May 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalAPBD Aru Yang Diperuntukkan Dana Covid - 19 Tahun 2020 Diduga Disalah...
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

APBD Aru Yang Diperuntukkan Dana Covid – 19 Tahun 2020 Diduga Disalah Gunakan

Global Cyber News.Com|Kepulauan Aru- Anggaran pendapatan belanja daerah ( APBD ) Kabupaten kepulauan Aru, Tahun 2020 yang diperuntukkan dana covid – 19 berjumlah 2-3 miliar.

Terkait dengan Anggaran Tersebut media ini sempat mengkonfirmasi salah satu pimpinan Pansus DPRD covid – 19 jafarudin Hamu 28/05/20 dikediamannya di depan bandara rargwamar Dobo, kelurahan siwalama kecamatan pulau-pulau Aru kabupaten kepulauan Aru.

Hamu adalah salah satu pimpinan Pansus DPRD Covid – 19 setelah dikonfirmasi terkait dengan hasil pansus DPRD covid-19 dengan dinas perdagangan Dan perindustrian Kabupaten kepulauan Aru, Hamu katakan bahwa Dana Bantuan dampak sosial perekonomian untuk pembelian (1005) seribu lima buah mesin parut sagu dan mesin parut kelapa kepada masyarakat kabupaten kepulauan Aru, dengan nilai kurang lebih 2. sekian miliar Dan 1, sekian miliar yang seharusnya dilakukan Tendar.

Namun dinas perdagangan Dan perindustrian Kabupaten kepulauan Aru, kepala dinas Alo Tabela melakukan penunjukan langsung (PL) kepada CV RAMAH INDAH Kontraktor Atas Nama Roby H.M Garpenasi status pegawai honorer di kantor DPRD kabupaten kepulauan Aru.

Menurut Hamu apabila ada hal-hal yang menjadi temuan pansus pasti akan membuat rekomendasi karena ada selisi harga dari target yang mereka buat di kontrak itu ada dua jenis merek mesin parut yang merek HUNDAY dengan harga ( Rp 2.600 ) dua juta enam ratus ribu rupiah dan mesin parut yang merek SIRAKU dengan harga (Rp1.750 000) satu juta tuju ratus lima puluh ribu rupiah.

Ja’far mengatakan bahwa sampai saat ini mereka belum sampaikan kepada pansus DPRD covid-19 bahwa mesin parut merek HUNDAY harganya berapa dan mesin parut merek SIRAKU harga berapa, Namun menurut salah satu pimpinan Pansus DPRD covid -19 jafarudin Hamu rata-rata mesin parut merek HUNDAY selisinya kurang lebih ( Rp 200 000 – 300 000 ) dua ratus ribu rupiah sampai tiga ratus ribu rupiah, dan mesin parut merek SIRAKU selisinya kurang lebih (Rp 500 000 – 800 000) lima ratus ribu rupiah sampai delapan ratus ribu rupiah, hasil pengecekan pansus DPRD covid-19 di toko di kota Dobo.

Ungkap Hamu kontraktor Tersebut membeli mesin parut kelapa dan parut sagu di kota Surabaya sehingga harganya murah, yang seharusnya dilakukan Tendar namun dinas perdagangan Dan perindustrian Kabupaten kepulauan Aru berdasarkan ( LKPP 13) disebutkan bahwa itu bukan obat – obatan dan barang yang mendesak sehingga dilakukan penunjuk langsung, sesuai aturan itu tidak boleh, karena Dananya sudah di atas dua ratus juta sehingga harus mengikuti tender.

Kata Hamu sempat Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK ) langsung Tegur kepala dinas perdagangan Dan perindustrian Kabupaten kepulauan Aru Alo Tabela karena itu adalah kekeliruan, sasaran mesin parut Tersebut ada yang tepat sasaran dan ada juga yang tidak tepat sasaran karena ada perangkat desa yang mendapat bantuan tersebut, yang seharusnya menurut Hamu ada Masyarakat yang di PHK atau Masyarakat yang pengangguran yang harus mendapatkan bantuan sosial dampak perekonomian bagitu juga Masyarakat yang pekerjaannya tidak tetap.

Dinas perdagangan Dan perindustrian Kabupaten kepulauan Aru, percayakan kepala desa untuk menentukan, yang seharusnya mereka datang dinas harus melihat nama siapa-siapa yang akan mendapat bantuan mesin parut kelapa dan mesin parut sagu Tersebut, demikian pansus DPRD akan melaporkan ke Pimpinan DPRD Aru Kemudian Pimpinan DPRD Aru merekomendasikan ke bupati kabupaten kepulauan Aru Ungkap Hamu (Tim)

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts