Saturday, August 30, 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalSoekowardojo: Target 500.000 Merchant QRIS di Akhir 2021 Sumut Diyakini Bisa Terwujud
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Soekowardojo: Target 500.000 Merchant QRIS di Akhir 2021 Sumut Diyakini Bisa Terwujud

Global Cyber News.Com| -Medan I Meski masih diselimuti Pandemi covid-19, namun harapan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumut yang menargetkan 500.000 merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada akhir tahun 2021 diyakini bisa terwujud. Karena di awal Agustus lalu sudah mencapai 359.314 merchant.

Dari semua itu, tercatat sebanyak 239 ribu atau sekitar 66,7 persen merchant QRIS tersebut merupakan merchant dengan skala usaha mikro. Di sisi akseptasi, transaksi QRIS di Sumut juga berada pada tren peningkatan. Pada bulan Mei 2021, volume transaksi QRIS di Sumatera Utara tercatat sebanyak 865 ribu transaksi dengan nominal transaksi sebesar Rp37,2 Miliar. Ke depan, KPw BI Sumut akan terus melakukan perluasan QRIS ke berbagai komunitas potensial, terutama mendukung program 12 juta Merchant QRIS.

“Selain itu implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) juga terus diperluas baik dari sisi perluasan elektronifikasi transaksi maupun pemanfaatan kanal pembayaran digital menjadi faktor yang mendorong peningkatan angka Indeks ETPD Provinsi Sumut,” ucap Kepala Perwakilan (KPw)BI Provinsi Sumut, Soekowardojo saat Bincang Bareng Media (BBM) secara virtual, Selasa (24/08/2021).

Menurut Soekowardojo, saat ini terdapat 13 Pemda di Sumut yang berada pada tahap digital, 16 Pemda pada tahap maju dan 5 Pemda berada pada tahap berkembang. Selain itu hingga bulan Juli 2021, telah terbentuk 30 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Sumut.

Disebutkan, mengacu kepada Keppres P2DD yang diterbitkan pada bulan Maret 2021, seluruh Pemda diharapkan dapat segera membentuk TP2DD selambat-lambatnya satu tahun setelah penerbitan Keppres tersebut. “Kita berharap dengan terbentuknya TP2DD ini bisa mendorong percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi Pemda di wilayah Sumut,” harap Soeko.

Sebelumnya BI bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI Ke-76 telah meluncurkan Standar Nasional Open API1 Pembayaran (SNAP) serta uji coba sandbox Standar Nasional QR Code pembayaran Indonesia (QRIS) dengan Thailand (Thai QR Payment) pada tanggal 17 Agustus 2021.

Kegiatan peluncuran ini telah dilaksanakan secara virtual dengan mengangkat tema “Mengakselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital Bagi Pertumbuhan dan Percepatan Ekonomi Negeri“.

Implementasi SNAP sebut Soeko merupakan tindak lanjut dari visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 untuk terus mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional antara lain melalui inisiatif open banking.

Terwujudnya interoperabilitas dan interkoneksi Standar Nasional QR Code Indonesia (QRIS) dan Thailand (Thai QR Payment) merupakan kolaborasi dan sinergi antara BI, Bank of Thailand, ASPI, lembaga switching kedua negara, Bank Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) dan Penyedia Jasa Pembayaran.

“Pengembangan QRIS Antarnegara dengan Thailand diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam memfasilitasi aktivitas masyarakat kedua negara, khususnya bagi wisatawan kedua negara,” ujar Soekowardojo seraya menambahkan, bahwa tujuan dari kebijakan penerbitan SNAP diantaranya Mendorong interkoneksi, interoperabilitas serta keamanan dan keandalan infrastruktur sistem pembayaran. serta Meningkatkan praktik pasar (market practice) yang sehat, efisien, dan wajar dalam penyelenggaraan sistem pembayaran. (pl)

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts