Tuesday, April 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalProgram Transaksi LCS BI Mengurangi Ketergantungan US Dolar
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Program Transaksi LCS BI Mengurangi Ketergantungan US Dolar


Global Cyber News.Com| -Parapat I Program transaksi LCS (Local Currency Settlement), yaitu transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal yang digulirkan Bank Indonesia sepertinya akan mengikis ketergantungan transaksi dengan mata US dolar. Program ini juga dalam upaya meningkatkan efesiensi dalam perdagangan dan investasi untuk meningkatkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Indonesia, terutama Sumut.
“Salah satu program pemerintah dalam PEN khususnya untuk mendukung kegiatan ekspor-impor pengusaha, adalah melalui pengembangan transaksi LCS,” ujar Bayront Yudit Rumondor, Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Pusat Jakarta saat Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis yang diselenggarakan BI Sumut di Niagara Hotel, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut, Sabtu siang (30/10/2021). Hadir saat itu narasumber dari Deputi Manager Marketing KFPT Bank BCA Medan, Richard Iskandar dan tim Marketing di BCA,
Disebut Bayront, LCS adalah salah satu upaya pemerintah melakukan pemulihan ekonomi yang tertuang pada UU No.2 tahun 2020 tentang Pemulihan Ekonomi Nasional terkait Covid-19 dan Peraturan Perundang-undangan pada Pasal 26 PP No.23 tahun 2020 tentang program pemulihan ekonomi nasional.
Menurut Bayront, LCS juga melakukan penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan oleh pelaku usaha Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing melalui bank yang ditunjuk menjadi Appointed Cross Currency Dealers (ACCD), yaitu ada 22 bank umum dan swasta.
“Ini upaya kita agar tidak terlalu ketergantungan kepada mata uang US Dollar saja,” katanya seraya menambahkan, dalam pelaksanaan LCS, kementerian/lembaga dapat memberikan kemudahan, fasilitas, insentif, percepatan pelayanan ekspor-impor sesuai ketentuan undang-undang.
Lebih jauh Bayront menyebutkan, BI sudah melakukan kemitraan kepada 4 Negara dalam hal kerjasama di LCS yaitu, Thailand, Malaysia, Jepang dan Tiongkok. Kedepan, beberapa negara lain yang berhubungan di bidang perdagangan hingga investasi dengan Indonesia mulai mendekatkan diri dan dalam upaya bergabung.
Saat ini, sebut Bayront, perkembangan transaksi LCS di Indonesia volumenya meningkat, bahkan transaksi LCS di Indonesia dengan perdagangan Indonesia ke luar cukup besar.Namun, beberapa pelaku usaha asal indonesia yang sudah melakukan skema LCS dominannya berada di wilayah Pulau Jawa.
Bayront berharap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pelaku usaha di daerah lain di luar Jakarta dan Jawa lain bisa ikut berpartisipasi dalam program LCS, apalagi pengetahuan soal LCS belum merata. Sosialisasi ke bank-bank ACCD akan memberikan intensif bagi nasabah yang menggunakan skema LCS.
“Sebab itu, dengan adanya kegiatan pelatihan ini, wartawan selaku mitra kerja Bank Indonesia bisa mensosialisasikan skema LCS dan manfaat LCS bagi pelaku usaha,”ujarnya.
Kegiatan pelatihan wartawan ini dibuka Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo, didampingi Deputi BI Sumut, Ibrahim, Kepala Divisi Pengembangan dan Ekonomi BI Sumut, Poltak Sitanggang, dan staf BI Sumut lainnya. Pelatihan ditutup dengan materi tentang motivasi yang disampaikan Wahyudi. (pl)

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts