
Global Cyber News.Com|-Medan I Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) dan Dewan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumut, Senin (27/12), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan. Hadir saat itu Pj Sekdaprov Sumut Afifi Lubis, Pimpinan BUMD Sumut dan OPD di lingkungan Pemprov Sumut.
Adapun pejabat BUMD yang dilantik yakni Refli Yuner sebagai Dirut PT PPSU, Harun Al Rasyid sebagai Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi, dan Humarkar Ritonga sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi.
Menurut Gubernur Edy Rahmayadi, BUMD itu perusahaan bisnis, dimana perusahaan yang mencari keuntungan (profit) untuk membantu pembangunan daerah. ”Karena itu, Anda harus untung dalam arti bukan merugikan dan menyakiti orang lain,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini masih banyak BUMD yang mengalami kerugian, padahal seharusnya tidak demikian, karenanya BUMD harus bekerja sesuai aturan, bekerja dengan motivasi sesuai job description. “Anda bukan organisasi politik, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, tetapi kalian memperjuangkan institusi,” katanya dalam siaran rilis Diskominfo Sumut.
Kemajuan organisasi perlu adanya loyalitas, lanjut Gubsu, bukan loyalitas kepada person (perorangan) tetapi lebih kepada organisasi, harus memiliki jiwa korsa yang tinggi dimana malu melakukan kesalahan atas nama organisasi dan perlu kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepada Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut, Edy mengingatkan, tahun 2018 Sumut kekurangan 4.000 liter/detik, dan hingga kini telah teratasi sampai 2.800 liter/detik walaupun masih dalam proses pengerjaan.
Edy berharap tahun 2023 kekurangan air di Sumut bisa teratasi, khususnya Medan bagian utara, karena ini merupakan kepentingan utama masyarakat. “Anda pasti bisa, manfaatkan lima sungai yang melintasi Kota Medan,” sebutnya.
Pada kesempatan tersebut, Edy juga mengingatkan, Dirut PT PPSU untuk melakukan hal yang terbaik dan jangan ragu-ragu. “Jangan maju-mundur, maju-mundur, lakukan koordinasi jika terjadi kendala untuk mencari solusi,” terangnya. (pl)
Red. Pandi Lubis









