Monday, April 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalDua Kali Persalinan Dengan JKN, Pristia : Anti Ribet
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Dua Kali Persalinan Dengan JKN, Pristia : Anti Ribet

Global Cyber News.Com| Deli Serdang (31/12): Pristia Khairani Nasution, 26 tahun, adalah warga Galang, Kabupaten Deli Serdang yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Sang suami yang merupakan karyawan swasta telah terdaftar dari tempat kerjanya sejak tahun 2014 yang lalu.

Sebelum menikah di tahun 2014, Pristia merupakan peserta JKN-KIS yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah. Dia telah melakukan perubahan status kepesertaan JKN-KIS seiring dengan perubahan status kependudukannya setelah berkeluarga.

Sejak menikah hingga saat ini telah dikaruniai dua orang buah hati, dua kali persalinannya dilakukan sebagai peserta JKN-KIS, dengan penjaminan dari program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Pristia kemudian dengan antusias bercerita pengalamannya menggunakan Kartu JKN-KIS tersebut pada saat proses persalinan yang telah dijalaninya.

“Alhamdulillah saya merasa lancar saja tidak ada kendala. Tidak ribet. Memang jujur juga saya masih ada mendengar soal ribet-ribet begitu antrinya, tapi pengalaman saya sejak periksa kandungan sampai melahirkan dua kali tidak pernah ada kendala,” ungkapnya sambil memangku Faqih, anak keduanya berusia 16 bulan, dan mengamati Fatih, anak pertamanya berusia 7 tahun yang sedang bermain di halaman masjid, menunggu ayah nya yang sedang menyelesaikan ibadah di dalam masjid.

Dikatakannya bahwa program JKN-KIS telah menghadirkan manfaat yang demikian luas bagi masyarakat. Dia menekankan partisipasi masyarakat dan seluruh Peserta JKN-KIS yang sudah terdaftar juga demikian penting.

“Kan biaya-biaya berobat dan operasi segala macam itu dari iuran yang dibayar bersama-sama, saat ada yang sakit digunakan. Kalau tanggung biaya sendiri-sendiri mungkin jadi berat, belum tentu semua orang mampu (red: mengakses layanan kesehatan),” ujarnya.

Menutup perbincangan, di sela-sela sapaan sang suami yang telah selesai melaksanakan ibadah, Pristia memberikan pandangan dan harapannya tentang JKN-KIS, agar setiap orang mau menyadari kontribusi yang diberikan dengan mendaftar dan membayar iuran secara rutin.

“Daftar saja tidak perlu menunggu sakit, tidak tahu juga kapan sakit itu datang. Anggap saja sebagai tabungan, bisa bermanfaat untuk sendiri yang mendapat bantuan dari iuran orang lain atau manfaatnya membantu orang lain yang butuh. Sedikit banyak harga iurannya masih mampu kita bayarkan, kalaupun sulit seperti saya dulu bisa cari jalan supaya dibantu pemerintah,” pungkasnya. (bpjskes-kclbp)

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts