
Global Cyber News.Com|-Medan I Indonesia ke depan harus bisa membangun industri-industri kreatif agar bisa menjadi bangsa mandiri. Hal itu selain dapat menjaga hal-hal yang tidak diinginkan bersama, juga bangsa ini bisa melepaskan diri dari ketergantungan hutang negara China.
Ketua Lembaga Pemantau Pemerintahan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU), Salfimi Umar menyatakan itu di Medan, Jumat, (10/6/2022).
Menurut Salfimi, di dunia ini, tidak ada negara yang tidak berhutang. Amerika Serikat (AS) juga begitu, punya hutang dengan negara China. Tapi karena Amerika memiliki banyak industri kreatif, diantaranya mobil, hp dan persenjataan, maka negara tersebut bisa membayar hutang.
Untuk Itu, lanjutnya, para petinggi di Indonesia saat ini sudah mulai memikirkan hal itu, membangun industri-industri kreatif agar bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama dalam hal perekonomian.
“Terus terang saya juga mengkatirkan Indonesia bisa seperti negara Singapura, dimana bangsa Melayu yang sebelumnya dominan, jadi terpinggirkan dan jadi penonton dalam dunia global. Jadi, kita tidak mau seperti itu terjadi,” tegasnya.
Selain itu, tambahnya, bangsa Indonesia juga harus bisa membenahi berbargai penyakit masyrakat yang sudah kronis dan menjadi ancaman seperti narkoba, korupsi, perjudian, prostitusi dan korupsi.
“Kalau kita ada kemauan keras, semua itu bisa diatasi. Namun kalau tidak, maka Indonesia akan mengalami hal-hal yang lebih parah dari saat sekarang ini,” tandas Salfimi.
Ia juga menyatakan keprihatinannya dengan adanya Hakim yang tertangkap tangan sedang menggunakan narkoba di gedung Pengadilan Negeri di Indonesia belum lama ini.
Ke depan, lanjut Salfimi, semua pihak harus dapat menyadari untuk bersama-sama membenahi Indonesia untuk bangkit dan mandiri. “Sehingga bangsa ini bisa melaju dalam percaturan ekonomi global yang tidak luput dari berbagai persaingan yang ketat,” pungkasnya. (pl)
Red. Pandi Lubis








