
Global Cyber News.Com|-Medan I , Laju inflasi di Sumatera Utara (Sumut) pada September 2022 ini diperkirakan lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Namun dapat tertahan oleh berlanjutnya panen raya bawang merah dan aneka cabai. Kemudian koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dalam Gernas PIP, serta optimalisasi anggaran BTT untuk pengendalian inflasi di daerah.
“Dalam rangka pengendalian inflasi, termasuk mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah terus memberikan dukungan dan insentif agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Sumut Doddy saat Bincang Bareng Media (BBM) yang dilakukan secara langsung dan secara Zoom virtual di Gedung BI Sumut, Selasa (6/9/2022). Doddy saat itu didampingi Deputi Direktur BI Sumut, Ibrahim dan Deputi Kepala BI Sumut, Aska Subhan Aminurridho.
Menurut Doddy, selain dampak kenaikan harga BBM dan sejumlah komoditas hingga transportasi, inflasi juga dipicu masih tingginya curah hujan dan peningkatan sifat hujan di bulan September 2022, berpotensi mengganggu produktivitas dan mendorong kenaikan harga komoditas pangan.
Sejalan dengan itu, KPw BI Sumut melakukan beberapa upaya guna meredam inflasi, tentunya mendukung apa yang telah menjadi program pemerintah pusat. Bahkan BI juga memiliki 7 program utama pengendalian inflasi oleh TPID melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Sumut, yakni Operasi Pasar, KPSH, dan/atau Pasar Murah, Perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam rangka pemenuhan pasokan dan penguatan ketahanan pangan, Pencanangan Optimalisasi Fasilitasi Distribusi Pangan / Subsidi Ongkos Angkut, Memperkuat Ketahanan Komoditas Hortikultura dan Pasokan Pangan Strategis Lainnya.
“Tujuannya mendorong gerakan urban farming, diantaranya melalui pemberian bantuan 77.000 bibit cabai dan replikasi best practice klaster melalui perluasan klaster hortikultura, seperti cabai dan bawang merah.
Selanjutnya, Peningkatan Pemanfaatan Alsintan dan Saprodi yakni pemberian alat dan mesin pertanian serta pelatihan hilirisasi di klaster cabai merah dan bawang merah, Penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi, data dan informasi pangan, serta Penguatan Koordinasi dan Komunikasi.
“Melalui ketujuh program ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen dan sinergi dalam pengendalian inflasi di Sumut, khususnya inflasi komoditas pangan,” papar Doddy. yang turut didampingi Deputi Direktur BI Sumut, Ibrahim dan Deputi Kepala BI Sumut, Aska Subhan Aminurridho.
Beberapa strategi juga dilakukan BI Sumut untuk mengendalikan laju inflasi. Diantaranya bersama TPID Sumut, BI telah menyelenggarakan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Utara pada tanggal 31 Agustus 2022.
Kick Off GNPIP juga dilanjutkan selebrasi Panen Raya Cabai dan Bawang pada kelompok Tani di Deli Serdang (Juli Tani) serta Penandatangan MoU KAD bersama Komisi XI DPR-RI, Gubernur Sumatera Utara dan Anggota Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan program BI kepada kelompok tani. BI Sumut juga terus melakukan pelatihan hilirisasi kepada klaster tani.
“GNPIP diharapkan dapat mengoptimalkan upaya dan aksi nyata dalam stabilisasi harga pangan dan dapat mendorong produktivitas guna meningkatkan ketahanan pangan yang lebih terintegrasi serta berdampak nasional berlandaskan pada kerangka 4K, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional,” harapnya. (r/pl)
Red. Pandi Lubis








