Thursday, March 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalGubernur Edy Rahmayadi Hadiri Pengukuhan Majelis Adat Budaya Pasisi Sibolga Tapteng
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Gubernur Edy Rahmayadi Hadiri Pengukuhan Majelis Adat Budaya Pasisi Sibolga Tapteng

Global Cyber News.Com|-Medan I Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengungkapkan bahwa sejarah masuknya peradaban agama ke bumi Nusantara melalui kawasan Pantai Barat Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) perlu disikapi dengan baik. Apalagi wilayah itu dihuni masyarakat yang multi etnis.

Pesan itu disampaikan Gubernur saat Pengukuhan Majelis Adat Budaya Pasisi Sibolga-Tapteng (Mabsi) Wilayah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Sabtu (4/3/2023).

Hadir diantaranya para tokoh masyarakat asal Pantai Barat, Ketua Pengurus Mabsi Sumut Zahrin Piliang bersama Sekretaris Irwan Syari Tanjung, Bendahara Masran Munthe dan seluruh pengurus organisasi kedaerahan tersebut.

Kesempatan itu, Gubernur menekankan bahwa sebagai masyarakat yang berasal dari kawasan Pantai Barat, para pengurus Mabsi perlu memberikan perhatian dalam mendukung pembangunan dan kemajuan di daerah tersebut.

“Saya tadi baca kalimat Mengumpulkan yang Berserak, Meluruskan yang Bengkok dan Mengangkat yang Jatuh. Kalau ini dijadikan semboyan (falsafah hidup), Insya Allah, Sibolga-Tapteng yang penuh anugerah itu akan semakin baik,” ujar Gubernur dalam rilis Diskominfo Sumut.

Sebagai kawasan yang merupakan pintu gerbang masuknya pendatang dari berbagai daerah dan negara di dunia pada abad ke-14, Pantai Barat Sumut kini dihuni masyarakat dari banyak latar belakang adat budaya dan etnis. “Inilah kekayaan kita, saya bangga dengan itu. Begitu beragamnya kita, bagaimana bisa kita jadikan kondisi ini bernilai positif, sebagai langkah yang baik,” jelasnya.

Menurut Gubernur, kehadiran Mabsi Sumut ini bukan untuk mengkotak-kotakkan (membedakan) antar kesukuan dan budaya. Tetapi guna membesarkan kekayaan yang sejatinya dimiliki oleh Sumatera Utara, sebagai provinsi yang kaya adat budaya.

“Saya sudah minta agar para akademisi dan pemuka agama untuk mengkaji budaya yang ada di Pantai Barat. Supaya ini tidak hanya menjadi cerita saja. Mari bersama kita besarkan kawasan ini dan menjadi akrab, akur serta memperkuat silaturahim,” pungkasnya.

Sementara Ketua Mabsi Wilayah Sumut Zahrin Piliang menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang memberikan perhatiannya untuk masyarakat di Sibolga-Tapteng, termasuk warga yang tinggal di perantauan seperti Kota Medan dan daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Zahrin menyampaikan, bahwa wilayah Pantai Barat Sumut dihuni masyarakat yang multi etnis. Mulai dari Mandailing, Toba, Nias, Minang, Aceh hingga yang berlatar belakang keturunan bangsa di luar Indonesia, baik Arab maupun Cina dan sebagainya.

“Uniknya, masyarakat Pasisi Tapteng-Sibolga banyak suku-suku. Kami (Pantai Barat) adalah Negeri Berbilang Kaum. Penuturan bahasa seperti (Pasisi) ini juga bisa ditemui di Natal, Tabuyung (Madina), Singkil hingga Meulaboh (Aceh). Ini menunjukkan bahwa Pasisi sebagai sebuah etnis di Sumut,” ujar Zahrin. (r/pl).

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts