Monday, April 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalDigiFestival BI Melejit, QRIS Pun Meningkat
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

DigiFestival BI Melejit, QRIS Pun Meningkat

globalcybernews.com-Medan I Digifestival 2023 yang digelar Bank Indonesia, Jumat (25/8/2023) melejit, bahkan Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) turut meningkat. Bayangkan, Jumlah merchant QRIS di Sumatera Utara hingga triwulan II 2023 telah mencapai 1,02 juta merchant yang didominasi merchant usaha mikro (63,06%), dengan total transaksi mencapai Rp.4,91 triliun dan telah digunakan 1,7juta pengguna.

“BI Sumut berharap kegiatan digifestival ini dapat menjadi semangat bagi semua pihak untuk terus berkolaborasi dan berkomitmen untuk mengenalkan keuangan digital secara inklusif kepada masyarakat yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan di masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), IGP Wira Kusuma saat acara DigiFestival 2023 yang berthemakan “Wujud Digitalisasi dengan Semangat 45”.

Disebutkan, secara nasional Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi uang elektronik Nasional meningkat 14,82%(yoy) sehingga mencapai Rp111,35 triliun di triwulan II-2023. Sedangkan nilai transaksi digital banking tercatat sebesar Rp.12.852 triliun atau tumbuh 11,6% (yoy).

Begitu juga dengan transaksi QRIS, menunjukan pertumbuhan yang signifikan. Pada Juni 2023, merchant QRIS secara nasional sebanyak 26,7 juta merchant, dengan jumlah pengguna sebanyak 37 juta pengguna. Sementara transaksi QRIS di Triwulan II-2023 tumbuh 104,64%(yoy) dengan nilai nominal sebesar Rp.49,65 triliun.

Menurut IGP Wira Kusuma, digitalisasi seperti kita ketahui bersama, telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk pada aspek keuangan dan sistem pembayaran secara umum. “Sejalan dengan kondisi nasional, perluasan QRIS di Sumut juga berjalan dengan baik dan terus terakselerasi sejalan dengan akseptansi masyarakat,” tambahnya.

Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran di Indonesia, akan terus mendorong perluasan digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang semakin CEMUMAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal). Bank Indonesia juga telah menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran 2025 (BSPI 2025) yang menjadi guidance dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

“Beberapa inovasi transaksi non tunai yang di dorong Bank Indonesia antara lain Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta BI-FAST yang mendorong transaksi semakin cepat dan efisien bagi masyarakat”, ujarnya.

Di tengah perkembangan keuangan digital yang pesat tersebut, IGP Wira Kusuma menjelaskan, bahwa masih terdapat berbagai tantangan, khususnya dalam hal literasi masyarakat, serta infrastruktur pendukungnya.”Berdasarkan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2022 oleh OJK, masih terdapat gap sebesar 43,89% antara indeks literasi dan inklusi keuangan di Sumut. Indeks literasi keuangan hanya sebesar 51,69% sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 95,58%.

Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian kita bersama, untuk dapat terus mendorong perluasan edukasi keuangan digital, sekaligus meningkatkan literasi & pemahaman mengenai risiko-risiko yang dihadapi, untuk mewujudkan konsumen layanan keuangan digital yang paham, berdaya dan terlindungi.Sinergi dalam menghadapi tantangan Digitalisasi di Sumatera Utara”,jelasnya.

Lebih jauh IGP Wira Kusuma menyatakan, menghadapi berbagai tantangan tersebut, menurutnya diperlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat & daerah, BankIndonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyelenggara jasa pembayaran (bank maupun non bank), serta institusi pendidikan dan akademisi yang memiliki peran penting dalam edukasi keuangan kepada masyarakat.

“Sebagaimana yang kita laksanakan hari ini dalam bentuk Medan Digifestival, kolaborasi dan dukungan Universitas Sumatera Utara dalam mewujudkan ekosistem digital di lingkungan kampus diharapkan menjadi role model bagi dunia pendidikan. Tidak hanya e-learning dan e-payment telah diimplementasikan, inovasi dan pemanfaatan pembayaran non tunai untuk Endowment Fund yang hari ini akan di launching, diharapkan menjadi langkah pendukung untuk mewujudkan cita-cita Universitas Sumatera Utara sebagai World Class University” paparnya.

Selama 3 (tiga) hari kedepan, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dapat diikuti di Medan Digifestival, meliputi talkshow perkembangan keuangan digital dan kampanye perlindungan konsumen pameran produk layanan penyelenggara jasa pembayaran & industri jasa keuangan, bazar produk UMKM dan craft, berbagai jenis hiburan, funwalk serta berbagai aktivitas yang dapat mendorong pengunjung untuk mencoba bertransaksi menggunakan QRIS.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, dan tentunya dapat mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mewujudkan masyarakat Kota Medan yang terliterasi digital dengan baik,” harapnya.

IGP Wira Kusuma juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Universitas Sumatera utara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Sumatera Utara, Forkom Industri Jasa Keuangan, 11 (sebelas) Penyelenggara Jasa Pembayaran baik Bank maupun non bank (BRI, Mandiri, BNI, BTN, BCA, BSI, Bank Sumut, Bank Mestika, Bank Nobu, OVO dan Top Remit), serta seluruh pihak terkait sehingga kegiatan ini dapat terselenggara. (r/pl)

Red. Pandi Lubis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts