Sunday, February 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalSEJARAH SINGKAT BERDIRINYA KERAJAAN SIBOLGA
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA KERAJAAN SIBOLGA

globalcybernews.com-Menurut penulis Sejarah Sibolga, Tengku Luckman Sinar SH yang mengutip hasil catatan riset seorang pembesar Belanda, EB Kielstra disebutkan bahwa sekitar tahun 1700 seorang dari Negeri Silindung bernama Raja Luka Hutagalung (gelar Tuanku Dorong) mendirikan Kerajaan Negeri Sibolga, yang berpusat di dekat Aek Doras. Dalam catatan EB Kielstra ditulis tentang Raja Sibolga yang berasal dari Toba.

Penetapan tahun 1700 itu diperkuat analisis tingkat keturunan yakni bahwa marga Hutagalung yang telah berdiam di Sibolga sudah mencapai sembilan keturunan. Kalau jarak kelahiran antara seorang ayah dengan anak pertama adalah 33 tahun – angka ini adalah rata-rata usia nikah menurut kebiasaan orang Batak – lalu dikalikan jumlah keturunan yang sudah sembilan generasi itu, itu berarti sama dengan 297 tahun. Maka kalau titik tolak perhitungan adalah tahun 1998, yaitu waktu diselenggarakannya Seminar Sehari Penetapan Hari Jadi Sibolga pada 12 Oktober 1998, maka ditemukan angka tahun-1701. Tahun ini menjadi tahun berdirinya kota Sibolga yang resmi.

Menurut para penulis buku marga Hutagalung, kisahnya lebih awal lagi dan lebih banyak yang terlibat. Berdirinya Sibolga berawal dari di bukanya kampung di Simaninggir oleh Ompu Datu Hurinjom Hutagalung (Ina-Ina) yang berasal dari daerah Silindung (Tapanuli Utara). Harap dicatat bahwa pada saat ini Simaninggir merupakan wilayah yang termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah. Simaninggir / Tinggir yang dalam bahasa Toba Batak mempunyai arti tajam pendengaran / pemantauan. Oleh para parlanja daerah ini sering dijadikan sebagai tempat istirahatnya ketika hendak menuju daerah pesisir pantai atau pun sesudah sekembali dari daerah pesisir pantai sebelum kembali ke daerahnya di Toba.

Ompu Datu Horinjom sebagai pembuka kampung pertama di Simaninggir merupakan seseorang yang dihormati oleh kalangan masyarakatnya. Di samping memiliki postur tubuh tinggi besar, ompu tersebut juga memilki kesaktian / tenaga, hal ini juga turun kepada anak dan cucunya yang juga memilki tubuh tinggi besar. Karena dalam masyarakat Batak adalah Tabu untuk menyebut nama seseorang apalagi orang tersebut raja, lebih tua dan di hormati, sehingga yang ingin bertemu dengannya sering disampaikan dengan kalimat : “beta tu huta ni Sibalga i”, yang apabila diartikan ‘ayo ke kampung orang yang tinggi besar itu’. Kata tersebut merupakan awal kata di mana kemudian dalam perjalanan sejarah berikutnya berkembang menjadi Sibolga (Drs. Raja Ja’far Hutagalung, Sibolga Nama Legendaris Seorang Pejuang�, dalam buku Hari Jadi Sibolga, Pemko Sibolga 1998:111). Cucu Datu Horinjom bernama Raja Luka Hutagalung yang dalam perjalanan sejarahnya kemudian lebih dikenal dengan gelar Tuanku Dorong membuka perkampungan baru di sekitar aliran sungai Aek Doras (sungai di wilayah kecamatan Sibolga kota).

Pada mulanya Kota Sibolga dibangun dengan menggali parit-parit dan rawa-rawa dengan memakai tenaga para narapidana (orang-rantai) serta ditambah dengan tenaga-tenaga rodi, ditimbunlah sebagian rawa-rawa itu dan berdirilah negeri baru Pasar Sibolga.
Di masa Sibolga dibangun menjadi kota, istana raja yang berada di tepi Sungai Aek Doras dipindahkan ke kampung baru, Sibolga Ilir. Di atas komplek tersebut dibangun pendopo Residen dan perkantoran Pemerintah Belanda.

Tuanku Dorong digantikan oleh Sutan Manukar. Kepala Kuria selanjutnya adalah Raja Ombun Barita, dan yang terakhir adalah Sutan Parhimpunan ( karena setelah jaman kemerdekaan RI, istilah raja / kepala kuria sudah tidak ada lagi).

Karena Raja Luka Hutagalung dilahirkan pada tahun 1740, maka berdasarkan estimasi usia menikah 33 tahun, urutan pendiri kerajaan / harajaon / kuria Sibolga dapat dituliskan sbb :

  1. Ompu Datu Hurinjom Hutagalung
  2. Raja Uti Hutagalung ( gelar Raja Ompu Timbo )
  3. Raja Luka Hutagalung ( gelar Tuanku Dorong )
  4. Sutan Manukar Hutagalung ( gelar Rajo Mudo )
  5. Raja Ombun Barita Hutagalung
  6. Sutan Parhimpunan Hutagalung

Demikian sejarah singkat kerajaan/harajaon/kuria Sibolga. Silahkan dikomentari dengan santun. Catatan : ompung boru saya marga Hutagalung Ina-Ina dan saya dari huta / kuria Tapian Nauli, TapTeng.

Red.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts