
globalcybernews.com -Situs Tinggihari adalah sebuah situs yang menyimpan warisan megalitik Melayu yang sangat berharga. Situs ini terletak di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dan merupakan salah satu situs megalitik tertua di Indonesia. Para ahli memperkirakan bahwa situs ini berusia sekitar 3.000 SM, atau lebih tua dari situs Borobudur dan Prambanan.
Situs Tinggihari memiliki tiga lokasi yang berbeda, yaitu Situs Tinggihari I, II, dan III. Di setiap lokasi, kita dapat menemukan peninggalan megalitik yang beragam, seperti batu tegak, batu datar, lumpang batu, menhir berelief, tetralith, dan arca megalitik. Peninggalan-peninggalan ini dibuat oleh manusia purba yang tinggal di Dataran Tinggi Pasemah, sebuah daerah yang membentang dari barat laut hingga tenggara sepanjang 70 kilometer.
Peninggalan megalitik di Situs Tinggihari menunjukkan kemampuan dan budaya yang dimiliki oleh manusia purba. Mereka mampu mengolah batu dengan berbagai bentuk dan ukuran, serta mengukir relief dan arca yang menggambarkan kehidupan mereka. Mereka juga memiliki sistem kepercayaan yang berkaitan dengan alam, leluhur, dan kekuatan gaib. Peninggalan megalitik ini merupakan saksi bisu dari tradisi megalitik Melayu yang telah ada sejak zaman batu baru.
Situs Tinggihari juga memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi. Masyarakat setempat menghormati dan menjaga situs ini sebagai bagian dari warisan budaya mereka. Mereka juga menjalankan proses sosial yang harmonis untuk menyelaraskan kehidupan mereka dengan alam dan sesama. Mereka memiliki adat istiadat, ritual, dan kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi.
Red