Friday, December 2, 2022
HomeUncategorisedPesta Air Bermula Dari Mandi Sampat Mengikuti Adat-Adat Diraja Perak

Related Posts

spot_imgspot_img

Featured Artist

spot_imgspot_img

Pesta Air Bermula Dari Mandi Sampat Mengikuti Adat-Adat Diraja Perak

Global Cyber News|-Petaling Jaya|Namanya Pesta air. Biasanya dilakukan di rumah orang tua mempelai seusai acara pernikahan dan resepsi pernikahan baik di rumah maupun di gedung (orang Malaysia menyebutnya dewan) pada sore hari sampai menjelang sholat Maghrib. Meski bukan sebuah tradisi di Malaysia, namun kegiatan tersebut memiliki konsep untuk lebih meningkatkan silaturahmi sesama rumpun keluarga baik dari Malaysia maupun Indonesia.

Boleh jadi Pesta air yang mulai sejak tahun 1986 lalu sebagai hiburan karena di dalamnya terdapat kegembiraan dan kepuasan batiniah. Apalagi bila seseorang sudah terkena siraman air dari sesama keluarga. Istilah pesta air ini bermula dengan adat Mandi Sampat, mengikut adat-adat Diraja Perak sebelumnya.

Sebelum dilakukan siraman pesta air, biasanya keluarga sudah mengemasi barang-barang dari gedung (dewan) ke rumah. Pakaian resmi diganti dengan pakaian biasa seperti kaos dan lainnya. Hal itu lebih praktis berganti pakaian dan mempersiapkan diri untuk sholat Maghrib.

Inilah pesta air yang dilakukan keluarga Alharhum H.Ibrahim Jalan SS 1/29 Kampung Tunku Petaling Jaya Selangor, Sabtu sore (22/2/2020) setelah menggelar pernikahan dan resepsi pernikahan Nadia Suhailah, puteri dari H.Mohd Nazari Bin H.Ibrahim dan Hj.Sarimah Binti Dato’Hj.Mhd.Said dengan Zulfika Bin Ismail di E-01-B3 Empire Damansara No.2, Jalan PJU 8/8A Damansara Perdana 47820 Petaling Jaya Selangor, Malaysia Sabtu pagi.

Pada kesempatan itu, H.Mohd. Nazari Bin Ibrahim didampingi isterinya, Hj.Sarimah Binti Dato’Hj.Md.Said serta ibu tercinta, Hj.Ani dan adiknya, Hj.Sarifah mengakui, bahwa tidak semua keluarga melakukan pesta air. Karena pesta air bukan merupakan tradisi negara Malaysia. Tapi keluarga rumpun H.Mohd.Nazari bin H.Ibrahim sampai ke Perak, Ipoh Malaysia.

“Istilah Pesta Air ini bermula dari adat Mandi Sampat, mengikut adat-adat Diraja Perak sebelumnya,” tambah Nazlina.

Beberapa keluarga Almarhum H.Ibrahim juga mengakui, rasanya ada yang kurang lengkap bila tradisi pesta air ini tidak diadakan setelah usai pesta pernikahan. Karena tradisi keluarga ini sudah mengakar bagi mereka.

Hal senada juga dituangkan keluarga Noor Nuri dari Kuala Kangsar Perak, Ipoh. Noor Nuri hadir di pesta air tersebut bersama suaminya, Tn.Bujang dan puterinya, Makyong Miera serta Halel dan isteri Aishah.

“Keluarga kami kerap melakukan pesta siraman air usai resepsi pernikahan. Kami belum puas jika pesta air tidak dilaksanakan. Biar jadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi keluarga. Yang penting happy,” ucap Makyong Miera Pusing, Perak melalui WA Keluarga Malaysia.

Miera menambahkan bahwa Pesta air tersebut boleh jadi diteruskan keluarga besar Rahmah dan Hashim di Pusing, Perak. (pl)

Red. Pandi Lubis

Latest Posts