Sunday, December 4, 2022
HomeUncategorisedTiada Dendam Dalam Keceriaan Pesta Air di Petaling Jaya Malaysia

Related Posts

spot_imgspot_img

Featured Artist

spot_imgspot_img

Tiada Dendam Dalam Keceriaan Pesta Air di Petaling Jaya Malaysia

Global Cyber News|-Malaysia|Lazimnya pesta air, maka yang mendapat giliran pertama adalah kedua mempelai. Awalnya adalah sang suami Zulfika bin Ismail diguyur air dalam ember. Tak lama menyusul isterinya, Nadia Suhailah binti Mohd.Nazari. Keduanya dalam sekejap mata sudah basah kuyup disiram air oleh beberapa sanak family, tua, muda sampai anak-anak yang saat itu tampak paling happy.

Setelah itu barulah anggota rumpun keluarga, saling berganti menyiram atau tersiram air dengan gayung mandi, semprotan air, ember dan selang air ledeng (pet). Semuanya berjalan plong. Yang terkena guyuran air, biasanya hanya tersenyum dan tertawa.

Bahkan jika ada keluarga yang duduk di luar pagarpun diburu untuk disiram. Karena dalam konsep pesta air adalah semua keluarga yang hadir di halaman rumah harus terkena air. Biar adil.

Jadi semuanya harus basah kuyup, termasuk Risvande Lubis serta isteri, Sahrum dan puterinya, Fatwa Denisa dari Titi Kuning Medan, Sumatera Utara. Pesta air ini pada prinsipnya tidak berakhir dengan dendam. Apalagi marah. Tidak ada itu.

Seusai pesta air, acara dilanjutkan untuk prosesi penepungtawaran bagi kedua mempelai tersebut. Artinya pasangan yang sudah sah menjadi suami isteri ini akan disandingkan kembali di pelaminan yang sudah dihias sebelumnya.

Sebelum tepung tawar digelar, sang suami harus mengikuti semacam permainan (game) yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Permainannya cukup sederhana, dimana Zulfika harus tepat menebak apakah sang isteri ada diantara tiga orang yang ditutup kain sarung dengan tempat berbeda-beda di ruangan tersebut.

Ternyata tebakan Zulfika meleset, karena sang isteri, Nadia bukanah tiga orang yang ditutupi kain sarung tersebut. Maka konsekwensinya Zulfika harus menjalani sanksi yang ringan dan sederhana.

Setelah itu barulah penepungtawaran dilaksanakan dari keluarga mulai dari orang tua, Nenek, Makcik, keluarga abang, keluarga kakak, adik, sanak keluarga dari Kuala Kangsar, Ipoh, Perak dan dari Medan Sumatera Utara Indonesia.

Seperti diketahui, H. Angkola bin Jabarolah dan isteri,Rabbani Sirotin binti Arzal mempunyai lima anak antara lain Rahmah, Taing, H.Abdul Mutalib (Almarhum), H.Noordin (almarhum) dan Rodiah (almarhum semasa gadis). Hj. Rahmah memiliki puteri Uwak Ani di Petaling Jaya, Selangor, Zaharah, Buyong dan Puaso di Kuantan Pahang Malaysia.

Dari H.Noordin (almarhum) dan isteri, Hanifah semasa hidupnya dikaruniai empat orang anak yakni Hanif beristerikan Latipah, Halel beristerikan Aishah, Noor Nuri bersuamikan Bujang serta Normah bersuamikan Nurul.

Sepanjang hidupnya, Almarhum Unyang H.Angkola Lubis memiliki dua isteri (sudah almarhumah). Satu berada di negara jiran Malaysia dan seorang lagi tinggal di Titi Kuning Medan Sumatera Utara.

Kedua anaknya bernama H.Karullah Lubis (Almarhum) dan H.Muhammad Lubis (Almarhum). Semasa hidupnya, Almarhum H.Karullah Lubis mempunyai tujuh anak yakni Mahmud Lubis (Almarhum), H.Arsyad Lubis, Almarhumah Saunah, Komariah, Taing, Hamidah, dan yang kini masih hidup adalah Lian Kocik.

Sementara Almarhum H.Muhammad Lubis hanya memiliki satu anak, yakni H.Muhammad Jafar Lubis (almarhum) yang juga pernah tinggal di Jakarta selama 30 tahun lebih bersama isteri, Hj.Siti Aisah dan 9 orang anaknya. (pl)

Red. Pandi Lubis

Latest Posts