Friday, September 30, 2022
HomeUncategorisedKetua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa H.Muzakkir, SE Dukung Program Jum’at Berkah Undhar

Related Posts

spot_imgspot_img

Featured Artist

spot_imgspot_img

Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa H.Muzakkir, SE Dukung Program Jum’at Berkah Undhar


Global Cyber News| Medan I Dengan merebaknya wabah Covid-19 di Sumut, maka Universitas Dharmawangsa (Undhar) Medan tidak dapat melaksanakan Safari Ramadhan pada tahun 2020 ke sejumlah desa di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan.
“Sebagai gantinya kami melaksanakan program Jum’at Berkah yang digelar sebelum sholat Jum’at di sejumlah mesjid yang berada di sekitar kampus Undhar Medan dan kampung nelayan di Medan Utara,” kata Rektor Undhar Medan, H.Kusbianto, SH, MHum di Medan, Senin (27/4/2020).
Disebutkan, pelaksanaan program Jum’at Berkah tersebut berdasarkan rapat bersama Badan Kenaziran Masjid (BKM) dengan Yayasan Pendidikan Dharmawangsa dan pimpinan perguruan tinggi yang dilaksanakan sebelum bulan ramadhan.
Menurut Kusbianto, dalam rapat tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan, H.Muzakkir,SE sangat mendukung program kepedulian sosial dengan membagi-bagikan sembako kepada warga tidak mampu di sekitar kampus Undhar.
“Semua dosen Undhar juga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan satu paket sembako yang nilainya Rp.120.000,-. Selain itu bantuan tersebut tidak dibatasi satu paket saja, bisa juga dua atau tiga paket untuk diberikan kepada anggota masyarakat tidak manpu,” kata Kusbianto seraya menambahkan bahwa sembako tersebut terdiri dari beras 5 Kg, gula dan minyak goreng.
Ia sangat berharap agar masyarakat dapat menegakkan disiplin dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah digariskan pemerintah. Dengan begitu mata rantai penyebaran virus corona di Sumut, terutama Medan bisa berakhir secepatnya.
“Karena jika kita tidak mau disiplin, maka penyebaran Covid-19 semakin menusuk sendi-sendi kehidupan masyarakat. Konsekwensinya wabah virus corona akan terus berkepanjangan. Tak pernah habis dan ekonomi rakyat semakin hancur,” tandasnya.
Saat disinggung tentang adanya larangan umat Islam tidak boleh tarawih dan buka puasa bersama di Masjid, Kusbianto menegaskan, bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut karena kuatir umat Islam akan banyak terpapar Covid-19 dan jatuh korban jiwa.
“Ya, kalau tarawih mau dilakukan juga, yah silahkan saja. Tapi hendaknya kebersihan masjid harus diprioritaskan dengan membersihkan lantai dan penyemprotan disenfektan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” kata Kusbianto seraya menambahkan bahwa pada bulan puasa ini banyak juga masjid yang melaksanakan sholat magrib, buka puasa bersama dan tarawih. (pl)

Red. Pandi Lubis

Latest Posts