Thursday, September 29, 2022
HomeUncategorisedKepedulian BI Terhadap Penanganan Covid-19 Mencapai Rp.101,4 Miliar

Related Posts

spot_imgspot_img

Featured Artist

spot_imgspot_img

Kepedulian BI Terhadap Penanganan Covid-19 Mencapai Rp.101,4 Miliar

Global Cyber News| Medan I Dewasa ini Bank Indonesia telah melakukan mobilisasi dana sebagai bentuk kepedulian sosial dalam penanganan Covid-19 Tak hanya THR, namun gaji pegawai tingkat officer hingga ADG juga dikumpulkan selama 6 bulan ke depan. Kepedulian BI terhadap penanganan Covid-19 selama Mei-Oktober 2020 sekitar Rp101,4 miliar.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan itu saat menggelar media briefing Perkembangan Ekonomi Terkini, Rabu (29/04/2020). Ia juga mengakui bahwa kalau bank juga dapat melakukan repo Surat Berharga Negara (SBN) untuk memenuhi likuiditasnya.

Lebih jauh Perry Warjiyo mengatakan bahwa sejauh ini Bank Indonesia (BI) telah melakukan Quantitative Easing (QE) untuk dapat memastikan kalau bank – bank memiliki likuiditas yang cukup. Bahkan, terkait pertumbuhan deposito yang menurun, BI juga telah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah pada periode Januari – April dan Mei 2020 yang akan menambah likuiditas perbankan sebesar Rp 155 triliun.

Selain itu, terang Perry, BI sudah menurunkan suku bunga. Saat ini transmisi melalui kuantitas lebih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, baik dari bank maupun dunia usaha. Likuiditas bank saat ini sudah lebih dari cukup, namun masalahnya di sektor riil.

“Inilah yang dilakukan oleh pemerintah melalui stimulus fiskal untuk menggerakkan ekonomi, termasuk memberikan subsidi kepada UMKM. Agar kredit UMKM dapat berjalan, perlu ada subsidi bunga. OJK juga telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit untuk mempermudah penyaluran kredit. Misalnya,dalam hal penun-daan angsuran oleh perbankan, kebutuhan likuiditas dapat dipenuhi dari SBN bank yang direpokan,” ungkapPerry.

Dalam beberapa hari terakhir tren pertambahan kasus baru Covid-19 meski masih tinggi menunjukkan penurunan, jumlah pasien meninggal juga menurun. Sementara yang sembuh semakin banyak dan bahkan diprediksikan oleh Presiden bulan Juli 2020 ini bisa kembali normal. Dengan perkembangan ini apakah BI memiliki optimisme baru yang mengubah sejumlah asumsi makro ekonomi BI sebelumnya?

“Ya, dari satu sisi kita mendengar dari IMF bahwa global economic growth akan mengalami resesi yang cukup dalam, meski tahun depan tumbuh meningkat sesuai polaPerkiraan BI, titik rendah (bottom) akan berlangsung selama 2,5 bulan dan naik mulai pertengahan Juni. Memperhatikan hal tersebut dan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia termasuk perkembangan PSBB di berbagai wilayah, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 2,3%,” pungkasnya. (pl).

Red. Pandi Lubis

Latest Posts