Tuesday, July 23, 2024
spot_img
HomeDalam NegeriPOLRESTA JAYAPURA KOTA SERAHKAN TERSANGKA KASUS NARKOTIKA KE JAKSA PENUNTUT UMUM SECARA...
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

POLRESTA JAYAPURA KOTA SERAHKAN TERSANGKA KASUS NARKOTIKA KE JAKSA PENUNTUT UMUM SECARA VIRTUAL

Global Cyber News|Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 16 Oktober bertempat di Ruangan Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota telah diserahkan tersangka an. Abdul Malik (26) oleh Penyidik ke jaksa penuntut umum (JPU) secara virtual/online.

Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Julkifli Sinaga, S.IK dalam kesempatannya mengatakan, penyerahan AM secara virtual ke Jaksa karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap/P.21.

Siang ini Penyidik kembali menyerahkan seorang tersangka penyalahgunaan Narkotika golongan I jenis Ganja ke Jaksa yang menangani karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap/P.21 dimana penyerahannya dilakukan secara virtual/online.

Identitas tersangka:
Abdul Malik, Laki-laki, 26 Tahun, Penjual ikan, Hamadi Perikanan Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura.

Barang bukti yang di amankan:
1 (satu) bungkus plastik klip bening ukuran sedang berisi narkotika golongan I jenis ganja.

Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota juga menambahkan Tersangka Abdul Malik ditangkap bersama barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip bening ukuran sedang berisi narkotika golongan I jenis ganja yang dikemas didalam satu buah plastik klip bening ukuran sedang. Barang bukti yang dimilikinya setelah dilakukan penimbangan, beratnya 21,4 gram.

Dimana AM saat itu dibekuk pada akhir bulan Juli diseputaran Hamadi dan ketika dilakukan pemeriksaan badan oleh tim opsnal kami, barang bukti yang diduga Narkotika jenis Ganja tersebut disimpannya di celana dalam. Kemudian Tersangka Abdul Malik langsung digiring ke Mapolresta untuk dilakukan proses penyidikan atas perbuatannya.

Untuk saat ini Tersangka Abdul Malik kami sangkakan dengan Pasal 111 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Jayapura, 16 Oktober 2020

(Humas Polda Papua)

Red.

Latest Posts