Saturday, February 24, 2024
HomeOpiniJacob Ereste :Prosa Lirik Untuk Guru Yang Pandir
spot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Jacob Ereste :Prosa Lirik Untuk Guru Yang Pandir

Global Cyber News.Com|Seorang guru yang pandir justru akan mengatakan murid-muridnya oandir. Begitulah suatu kebodohan, atau bahkan bagi orang yang cukup pandai mematut diri, karena murid itu seharusnya menjadi cermin dari kepandiran sang yang sesungguhnya dari sang guru.

Kecuali itu, hujatan kepandiran terhadap siapapun juga, artinya menandai kemiskinan dari kata ucap serta kedunguan yang tak mampu menemukan perbendaharaan kata yang santun bagi seorang pengajar yang tak patut ditiru dan dijadikan panutan.

Bahasa ucap itu sesungguhnya mencerminkan kepribadian serta watak dari dari siapa saja yang mengucapkannya. Karena bahasa adalah bagian dari ekspresi budaya, adat istidat serta tata krama dan sopan santun seseorang yang mengucapkan nya.

Kemiskinan dari bahasa ucap yang santun pun, sejatinya cermin dari kepandiran dalam konteks wawasan serta daya jelajah keilmuan maupun pengetahuan dari orang tersebut. Jadi bisa dikata, pada umumnya kepandiran serupa itu disebabjan juga oleh tak cukup pandai membaca hingga jauh melampaui teks yang tertulis, apalagi untuk banyak banyak guna dijadikan pilihan cara yang arif dab bijak.

Nasehat guru sastra dahulu semasa belajar di klas — karena sekarang sudah belajar sendiri di jagat raya dan laut lepas — perlunya belajar membaca dan menulis puisi itu jangan pernah dikhayaljan untuk menjadi penyair. Tapi bebaskanlah hatimu untuk menikmati keindahan dari tutur sapa puisi itu agar dapat menjadi penghibur hatimu dan juga hati orang lain. Sebab hanya dengan begitu, kau pun tak akan egois memaksakan keindahanmu yang sangat mungkin tak indah bagi orang lain.

Pada akhirnya, kesadaran dan pemahaman terhadap kata-kata yang tak mungkin dapat lagi dihapus setelah terucap, akan menjadi pengertian yang bijak untuk menghitung setiap kalimat yang hendak terjual itu, sesungguhnya tak lagi mungkin bisa ditebus dengan harga berapa pun.

Untuk memahami makna dari prosa liris ini sebagai nasehat yang asyik untuk direnungkan, percayalah hanya untuk orang selevel mahasiswa dari perguruan tinggi manapun pun pasti bisa nencernanya dengan baik. Kecuali mereka yang berteriak pandir karena kepandirian dirinya sendiri.

Sebab guru yang pandir itu tidak mamlu mencerna dan ngelakoni petuah Ki. Hajar Dewantoro yang “maha bijak itu” :
Ing ngarso sun tulodo. Ing madyo mangun karso. Tut wuri handayani….

Banten Timur, 30 Juni 2021

Red.

Latest Posts