Sunday, February 25, 2024
HomeUncategorisedKlaster Kopi Gapoktan Berkarya Panen Perdana , Wira Berharap Kelompok Tani...
spot_imgspot_img

Related Posts

Featured Artist

Klaster Kopi Gapoktan Berkarya Panen Perdana , Wira Berharap Kelompok Tani Mampu ” Naik Kelas “

globalcybernews.com-Dairi I Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), IGP Wira Kusuma berharap kelompok tani ke depan mampu “naik kelas” menjadi klaster yang mandiri dan dapat bermanfaat bagi kelompok tani lainnya.

“Sumut merupakan salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2022 produksi kopi di Sumatera Utara mencapai 71.588 ton, atau sekitar 26,72 persen dari total produksi kopi nasional,” kata Wira saat panen perdana Demonstration Plot (Demplot) di Klaster Kopi Gapoktan Berkarya, Kabupaten Dairi yang merupakan binaan BI, Jumat (01/12/2023).

Wira mengakui beberapa potensi lainnya dari Kopi Sumut antara lain kualitas kopi yang tinggi, salah satunya dari Kabupaten Dairi yaitu kopi Sidikalang. Kondisi geografis yang mendukung, tanah subur, iklim tropis, dan ketinggian ideal untuk tanaman kopi.
“Potensi pasar yang besar, dimana tren permintaan kopi di dunia terusmeningkat,” ujarnya.

Menurut Wira, untuk mengembangkan potensi kopi Sumut tersebut, Bank Indonesia telah melakukan pendampingan secara intensif kepada klaster kopi Gapoktan Berkarya sejak November 2021.

Disebutkan, program pengembangan dilakukan secara bertahap dan multiyears (2021-2026) dari sisi hulu ke hilir serta bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah.

Gapoktan Berkarya, lanjutnya, merupakan kelompok yang diinisiasi Bank Indonesia bersama Pemkab Dairi yang merupakan gabungan dari 3 Kelompok Petani kopi (Poktan) yaitu: (1) Poktan Dos Roha Nauli Desa Perjuangan, Kec. Sumbul; (2) Poktan Marsitalupan Desa Dolok Tolong, Kec. Sumbul; dan (3) KWT Aloi Desa Kentara, Kec. Lae Parira.

Beberapa upaya pengembangan yang telah dilakukan antara lain pelatihan dan demplot 2 ha budidaya Good Agriculture Practice (GAP) kopi berada di tiga area dengan varietas Arabika Komasti danRobusta Sidikalang berlokasi di Desa Kentara 1 ha bibit Robusta,. Di Desa Perjuangan 0,5 ha bibit Arabica, dan Desa Dolok Tolong 0,5 ha bibit Arabica.

“Fasilitasi juga dalam bentuk pemberian saprodi bibit, pupuk, dan pestisida. Pelatihan dan pendampingan program pembibitan kopi di 2 lokasi (Desa Dolok Tolong dan Desa Perjuangan), serta bantuan benih kopivarietas komasti dari Puslitkoka Jember. Pelatihan produksi dan pengolahan pupuk organic,” ucapnya.

MENJADI CONTOH

Lebih jauh Wira mengatakan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat pengupas buah kopi (pulper) dan huller. Pendampingan intensif juga dilakukan sejak April 2022 dari Klaster Kopi Sinergi Fajar Harapan binaan Bank Indonesia Sumut.
“Ke depan program akan diarahkan untuk penguatan pemasaran, kerjasama antar instansi, dan hilirisasi,” ujarnya.

Dengan upaya-upaya tersebut, tambah Wira, diharapkan potensi kopi Sumut khususnya Dairi dapat terus dikembangkan dan memberikan nilai tambahbagi perekonomian daerah khususnya meningkatkan ekonomi petani.

Diharapkan, program demplot menggunakan Good Agricultural Practices (GAP) yang telah berjalan juga dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi di seluruh lahan kopi milik Gapoktan Berkarya sekitar 15 ha.

“Melalui pendampingan multiyears ini, lanjut Wira, kami juga berharap Gapoktan Berkarya tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanam namun juga dapat tumbuh menjadi klaster champion yang melahirkan para petani pakar yang menjadi rujukan bagi para petani lainnya,” kata Wira seraya berharap dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dan mereplikasi program ini, peningkatan nilai ekonomi dari komoditas kopi Sumatera Utara menjadi lebih cepat dan mampu mewujudkan kesejahteraan petani.

Wira juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama yang baik dari tenaga pendamping, yakni Klaster Kopi Sinergi Fajar Harapan, serta dukungan dari Bapak Bupati Dairi, Dinas Pertanian serta Dinas terkait lainnya di Kabupaten Dairi dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas kopi di Sumut khususnya Kab. Dairi.
(r/pl)

Red

Latest Posts