
Global Cyber News.Com. -Medan I Peters Vincen selaku Direktur PT Taman Resor Internet (Nongsa Digital Park) mengungkapkan bahwa beberapa tahun sebelumnya pengembangan Digital Ekonomi di Indonesia masih dipandang sebagai gagasan yang penuh tantangan oleh berbagai kalangan.
Namun, melalui pengembangan yang konsisten dan berkelanjutan, kawasan yang sebelumnya merupakan Kawasan wisata di Batam ini kini tumbuh menjadi salah satu Ekosistem Digital yang diperhitungkan. Saat ini, Nongsa Digital Park (NDP) telah menjadi daya tarik bagi investor global, khususnya di sektor Pusat Data (data center).
“Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa yang berada di Provnsi Kepulauan Riau ini dipilih sebagai lokasi Pusat Data Nasional kedua karena memiliki keunggulan geografis, yakni berada di wilayah Indonesia dengan risiko bencana alam yang relatif rendah dan juga infrastruktur yang mendukung. Selain berada di luar jalur cincin api (ring of fire), Batam yang berdekatan dengan Singapore juga memiliki keunggulan dalam mendukung sistem redundansi dan konektivitas data lintas negara, sehingga dinilai ideal untuk pengembangan ekosistem pusat data,” ujar Peters Vincen didampingi Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara, Yusri, bersama 15 media partner OJK di gedung Infinite Studio Kawasan Nongsa Digital Park, Kamis (30/4/2026). Turut hadir pada saat itu Riantiwi Putri dari Government Relations Nongsa Digital Park dan Merry dari Public Relations Infinite Studios.
Nongsa Digital Paark diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Kawasan Ekonomi khusus melalui PP No. 68 Tahun 2021. Selain berfokus pada pengembangan infrastruktur dan ekosistem teknologi digital, NDP juga turut mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional guna mendukung kebutuhan industri digital dan pusat data.
Di kawasan Nongsa Digital Park, terdapat Infinite Studios Batam, sebuah perusahaan yang bergerak di industri kreatif. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, studio animasi dan live action ini telah menghasilkan lebih dari 200 judul proyek yang tayang di platform internasional seperti Netflix, HBO, dan Disney Junior.
Selain keunggulan di bidang animasi, Infinite Studios memiliki fasilitas live action yang mencakup dua studio indoor—salah satunya sempat menyandang predikat studio terbesar di Asia Tenggara seluas 30.000 kaki persegi—serta area outdoor seluas 1 hektar yang bersifat fleksibel untuk berbagai kebutuhan produksi.
“Terdapat 20 pelaku usaha di Nongsa Digital Park yang bergerak pada empat sektor bisnis, yaitu pariwisata, ekonomi kreatif, edukasi, dan ekonomi digital. Saat ini, pengembangan ekonomi digital di NDP difokuskan pada sektor pusat data yang melibatkan sejumlah perusahaan pusat data berskala internasional dari berbagai negara, seperti Hong Kong, China, New Zealand, dan Singapore.” ujar Peters Vincen.
Lebih lanjut, Peters Vincen menyampaikan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa turut didukung industri pariwisata yang memadukan gaya hidup dan hunian wisata premium, seperti Turi Beach Resort, Taman Nongsa Indah Village, dan Nongsa Point Marina.
Kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lapangan golf dan marina, serta didukung akses transportasi laut di dalam Kawasan, yakni Terminal Feri Nongsapura yang melayani rute langsung menuju Singapore dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.
Nongsa Digital Park melalui Infinite Learning berkolaborasi dengan Apple Developer Academy serta sejumlah perusahaan teknologi informasi kelas dunia dalam menghadirkan berbagai program vokasi guna meningkatkan kualitas talenta muda Indonesia di bidang digital.
Menurut Peter Vincent, program pengembangan sumber daya manusia di kawasan tersebut telah melahirkan ribuan alumni dengan kompetensi digital yang siap bersaing di industri teknologi dan ekonomi digital, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Diketahui, Sumut juga memiliki KEK di kabupaten Batu Bara, namun di tempat itu hanya sebatas beragam investor perusahaan berbagai komoditi lokal, tidak selengkap NDP.
Sementara itu Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumut, Yusri selain menyampaikan ucapan terima kasih kepada Peters yang telah memberikan waktu untuk berkunjung ke NDP, juga berharap di Sumut ke depan bisa memiliki KEK seperti NDP demi meningkatkan ekonomi bangsa dan SDM generasi muda menyongsong Indonesia emas tahun 2045 mendatang. (vandey)
Red









