spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorisedDARURAT PENCEMARAN LINGKUNGAN: Sungai Muara Melungai Tercemar Limbah Hitam Berbusa, Warga Keluhkan...

Related Posts

Featured Artist

DARURAT PENCEMARAN LINGKUNGAN: Sungai Muara Melungai Tercemar Limbah Hitam Berbusa, Warga Keluhkan Gatal-Gatal Hingga Korengan

Global Cyber News.Com. -BARITO SELATAN, 7 Oktober 2026 — Kondisi lingkungan di wilayah Ring 1 Muara Melungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kondisi aliran Sungai Arang dan Sungai Dewi, yang merupakan anak sungai menuju kawasan Muara Melungai, mengalami perubahan kondisi air menjadi hitam pekat dan berbusa.

Perubahan kondisi air tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menduga kondisi itu berkaitan dengan adanya aliran limbah dari aktivitas perusahaan di sekitar wilayah tersebut, yang disebut-sebut berkaitan dengan PT Riung Mitra Lestari dan PT Petrosea Tbk.

Namun, penyebab pasti serta sumber pencemaran masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengujian oleh instansi berwenang.

Dampak kondisi air tersebut, menurut keluhan warga, mulai dirasakan secara langsung. Air sungai yang selama ini menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat kini dinilai tidak lagi layak digunakan, khususnya untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sejumlah warga mengeluhkan munculnya rasa gatal pada kulit setelah bersentuhan dengan air sungai, bahkan disebut berkembang menjadi luka atau korengan. Keluhan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami masyarakat.

Kondisi ini tidak hanya menyangkut persoalan kualitas air, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan warga, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah Ring 1.

Masyarakat mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab perusahaan terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan warga yang berada di sekitar wilayah operasional. Warga juga meminta adanya transparansi mengenai program dan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh persoalan lingkungan.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan, mengambil sampel air, melakukan pemeriksaan laboratorium, menelusuri sumber pencemaran, serta memastikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pencemaran yang berasal dari aktivitas perusahaan, masyarakat berharap pemerintah mengambil langkah tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memastikan pemulihan lingkungan serta perlindungan terhadap warga terdampak.

Global Cyber News akan terus mengawal persoalan ini dan memberikan ruang kepada seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah maupun perusahaan yang disebut dalam pemberitaan, untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.( Ar  )

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts