spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorised*Aktivis dan Pengkhianatan, Masih Akan Diproses Dalam Perjalan Waktu*  

Related Posts

Featured Artist


*Aktivis dan Pengkhianatan, Masih Akan Diproses Dalam Perjalan Waktu*

  

Jacob Ereste :

Global Cyber News.Com. -Apa dasarnya kita bisa mengatakan Rocky Gerung telah berkhianat hanya karena dia diajak masuk ke Istana untuk memberikan masukan, pendapat hingga saran dan pertimbangan untuk kebijakan, program atau langkah-langkah yang hendak dilakukan Presiden ?

Karena tidak ada kesepakatan apapun yang bisa melarang seseorang untuk memenuhi ajakan Presiden yang membutuhkan semua yang diperlukannya itu dengan pihak manapun, kecuali komitmen untuk tetap bersikap kritis terhadap pemerintah yang tercermin dari kebijakan, program serta langkah-langkah nyata yang dilakukan berdasarkan perintah atau persetujuan Presiden. Sementara penyimpangan yang terjadi dalam teknis pelaksanaan pada tingkat lapangan, toh tidak bisa ditudingkan begitu saja kepada Presiden, selama beliau tidak memberikan atau melakukan pembenaran terhadap teknis pelaksanaan pekerjaan yang dianggap salah atau telah terjadi penyimpangan pelaksanaan yang dilakukan itu.

Sedangkan komitmen yang terjadi dengan Rocky Gerung serta seabrek kawan-kawan aktivis dan kaum pergerakan lainnya hanya sebatas etika sosial dan moral untuk tetap berkata kritis, tidak hitam dan tidak juga putih untuk tidak melakukan sesuatu yang dia kehendaki dalam bentuk pilihan menentukan tempat ngopinya sekarang di Istana bersama Presiden. Dan setiap aktivis yang masih berada di luar lingkaran Istana — wajar saja bersikap awas, eling lan waspodo — untuk tetap melakukan koreksi, bila mana diantara mereka seperti Ferri Yuliantono, Budiman Sudjatmiko, Agus Jabo, hingga Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan tak lagi kritis dan tidak lagi berpihak pada rakyat, secara etis dan moral bisa saja digugat dan dihujat.

Karena itu saya merasa enjoy saja ketika mereka masih cukup tawadhu’, istiqomah, komitmen dan konsisten bersikap kritis terhadap pemerintah — bahkan Presiden sekalipun — yang memiliki otoritas mengajak mereka masuk Istana, karena pada akhirnya waktu juga yang akan ikut memberikan kesaksian terhadap konsistensi dan komitmen mereka, tetap sebagai pejuang yang diidolakan rakyat banyak, atau sosok yang tergadai oleh gaya hidup bohemian — snob — karena ikut mabuk kekuasaan.

Artinya — sebagai aktivis lintas generasi sejak 1978 yang ditandai oleh NKK dan BKK sampai panser masuk halaman kampus UGM misalnya hingga reformasi 1998 — lebih dari cukup 20 tahun lamanya atau bahkan lebih untuk tidak kemudian mati membawa stempel pengkhianat seperti mereka yang mempreteli UUD 1945 yang dibungkus dengan amandemen, tetapi menjual ketengan pasal-pasal tertentu yang menjadi paket pesanan, seperti tragedi di Mahkamah Konstitusi yang melakukan pembenaran untuk persyaratan menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden saat menjelang Pemilu tahun 2024.

Cacat sejarah, cacat hukum dan cacat etika dan moral itu lebih dari cukup untuk menilai siapa pengkhianat atau londo ireng yang sesungguhnya di negeri kita ini nanti, setelah proses perjalanan waktu yang terus berlangsung.

Banten, 7 Oktober 2026

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts