spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeUncategorised*Korupsi di Indonesia Telah Masuk Semua Tempat dan Waktu Yang Kosong*

Related Posts

Featured Artist


*Korupsi di Indonesia Telah Masuk Semua Tempat dan Waktu Yang Kosong*



Jacob Ereste :

Global Cyber news.com. -Ibarat membidik setandan buah di pohon, yang jatuh satu persatu karena bidikan senapan cuma bisa menyasar tangkai perbuah, mengapa tidak disyukuri saja, dari pada mengharap setandan buah bisa jatuh bersamaan dalam satu kali tembak. Ibarat ini diungkap Karto Glinding ketika sanjau ke rumah pekan silam untuk melepas rasa rindu persahabatan yang telah jalin-menjalin dalam ikatan persaudaraan yang otentik indah.

Amsal di atas memberi komentar pembenaran terhadap tulisan yang acap terkesan menyasar sosok personal, bukan komunitas atau sejenis mafia dalam aksi dan tindakan koripsi di Indonesia yang semakin ramai dan beragam betdaing dengan penangkapan koruptor yang semakin memperluas wilayah jaragannya, tak lagi hanya sekedar jenis bantuan sosial, sampai masalah dana untuk ibadah haji pun ditilep. Apalagi sekesar sogok menyogok di organisasi agama yang sepatutnya streril dari dana haram yang didulang dari kekayaan negara.

Tindak kejahatan korupsi di Indonesia sungguh sudah menjadi model paling seksi yang menggoda birahi terburuk sepanjang sejarah perjalan republik yang kaya raya ini menjadi obyek jarahan di semua tempat dan kesempatan yang lengah sedetik saja. Aji mumpung untuk menimbun kekayaan guna membangun dan memperkuat kekuasan terus berkusar dan berputar di sekeliling penguasa yang nengatas namakan ku kepentingan rakyat. Sementara rakyat pun, tergagap menonton seperti sedang menyaksikan pemerkosaan terhadap anggota keluarga dan dirinya juga. Dalih tak berdaya seperti mitos purba yang bisa diubah dengan teriakan sebagai tanda protes dan menolak perlakuan yang tidak senonoh itu.

Begitulah pertunjukan tragedi drama korupsi terus mentas di semua kesempatan dan waktu yang terluang. Seakan tiada kisah lain yang lebih tragis dan satiris mengiris rasa keadilan yang terpendam dalam diam dari ketakutan. Padahal hidup hanya sekali, setelah itu mati tanpa meninggalkan jejak yang patut dikenang sebagai anak turunan dari pejuang kenerdekaan yang tak pernah berharap tanda jasa atau penghargaan yang tak perlu dibanggakan. Sebab yang lebih utama adalah mempunyai arti dari hidup sebelum mati di pekuburan rakyat, bukan di makam Kusuma Bangsa.

Jika pun ada tanda jasa terselip di dada, semua tiada berbeda dengan kekayaan yang berlimpah, bila tidak mendatangkan hikmah dan kemaslahatan bagi orang banyak. Sebab yang dikenang bukan pangkat dan jabatan, tetapi perbuatan baik yang memberi manfaat kepada banyak orang yang ditinggalkan. Itulah penghias batu nisan abadi yang akan terus diziarahi sepanjang masa. Bukan kerakusan dan ketamakan yang luar biasa mampu membuat gunung dari harta yang melimpah dan kekuasaan yang pernah berjaya tanpa batas. Apalagi perilaku koruptor telah menjadi sumpah serapah rakyat banyak yang didera oleh kemiskinan akibat dari perbuatan yang sangat terkutuk itu.

Merak.   28  Oktober 2026

Red

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts