
Global Cyber News.Com. -Jakarta – Era baru pengelolaan infrastruktur digital nasional mulai dibangun melalui pembentukan entitas FiberCo yang disiapkan sebagai mesin pertumbuhan baru industri telekomunikasi dan konektivitas digital hingga beberapa tahun ke depan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi TLKM 30 yang dijalankan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan nilai aset perusahaan di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, mengatakan transformasi TLKM 30 merupakan strategi jangka menengah hingga 2030 yang berfokus pada penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, serta pembentukan struktur bisnis yang lebih efisien dan adaptif.
“Transformasi ini kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham,” ujar Dian dalam agenda TelkomGroup Business Update di Jakarta.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan entitas FiberCo melalui pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.
Entitas ini akan berfokus mengembangkan bisnis jaringan fiber sekaligus meningkatkan efisiensi investasi dan membuka peluang network sharing serta kemitraan strategis.
Selain penguatan bisnis fiber, Telkom juga menyiapkan optimalisasi nilai dari aset infrastruktur digital lainnya, termasuk bisnis pusat data melalui NeutraDC serta menara telekomunikasi melalui Mitratel.
Dalam kerangka transformasi tersebut, perusahaan juga melakukan penataan portofolio anak usaha agar lebih fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan digital.
Salah satu langkah awalnya adalah rencana divestasi penuh bisnis third party administrator kesehatan milik PT Administrasi Medika yang sebelumnya berada di bawah TelkomMetra.
Melalui model strategic holding, Telkom akan berperan sebagai pengarah strategi dan pengawasan tata kelola, sementara operasional bisnis dijalankan oleh berbagai operating company yang fokus pada empat pilar utama, yakni layanan digital konsumen (B2C), solusi ICT korporasi (B2B), infrastruktur digital, dan bisnis internasional.
Langkah transformasi ini diharapkan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih efisien, terbuka, dan berkelanjutan
Red








